PENAJAM- Penjabat (Pj) Bupati PPU Makmur Marbun berencana mengeluarkan surat imbauan atau edaran. Isinya berupa instruksi kepada pegawai di lingkungan Pemkab PPU untuk mengonsumsi beras lokal.
“Di rumah saya sendiri pakai beras lokal. Beras asli Babulu. Ada yang memberikan ke saya. Berasnya bagus dan enak sekali,” ucapnya. Tanpa instruksikan pun, masyarakat harusnya mengonsumsi beras asli PPU. Dampaknya akan sangat baik bagi pertumbuhan ekonomi di Serambi Nusantara. Yang paling utama, membantu petani lokal.
Ditegaskan Makmur, PPU harus bangga lantaran punya beras Babulu. Sebab, kualitasnya bagus, provinsi lain seperti Kalimantan Selatan meminatinya. “Itu beras Babulu yang seharusnya kita kembangkan. Terutama cara memprosesnya. Makanya saya sampaikan ke kepala dinas terkait untuk memberikan pendampingan kepada petani agar mereka nyaman dan dapat merasakan manfaatnya,” tegasnya.
Menurut informasi yang diterima, petani di PPU ini menjadi dilematis. Pasalnya, padi yang belum siap atau belum bisa diambil, tapi para tengkulak sudah memberikan uang muka terlebih dahulu, sehingga para petani menjadi tersandera.
“Saya mau mencari dahulu persoalannya. Kalau perusahaan mau cari untung, tempatnya bukan di PPU, cari saja tempat lain. Bisa mencari, tetapi berikan juga perhatian ke masyarakat,” pungkasnya.(adv/er/k16)
AHMAD MAKI
maki@kaltimpost.co.id
Editor : izak-Indra Zakaria