Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Sukseskan Pemilu di Kukar, Bupati Minta Perusahaan Memberi Hari Libur

izak-Indra Zakaria • Senin, 6 November 2023 - 03:31 WIB
Bupati Kukar Edi Damansyah (Elmo/Prokal.co)
Bupati Kukar Edi Damansyah (Elmo/Prokal.co)

TENGGARONG - Perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 hanya dalam hitungan bulan. Menjelang pesta demokrasi lima tahunan ini, Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah turut mengingatkan keterlibatan dunia perusahaan untuk ikut menyukseskannya. Yakni dengan memberikan keringanan kepada karyawan, berupa hari libur. Sehingga dapat berpartisipasi memberikan suaranya pada 14 Februari 2024 nanti.

Himbauan orang nomor satu di Kukar ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi pemilih di Kukar, dan menghindari fenomena golput. Edi menyebut tingkat partisipasi pemilih di Kukar belum maksimal, khususnya bagi kecamatan yang wilayahnya terdapat aktivitas perusahaan. Dan keberadaan perusahaan ini seharusnya ikut membantu penyaluran suara jelang Pemilu nanti.

“Salah satu contohnya kalau di area perusahaan sawit terdapat TPS, maka itu tidak menjadi kendala. Namun jika TPS yang bersangkutan lokasinya terdaftar di desa, maka hal itu bisa menjadi kendala. Belum lagi jarak antara desa dan area perusahaan cukup jauh. Tentu hal itu memerlukan waktu bagi karyawan menuju desa untuk menyumbangkan suaranya di TPS,” jelas Edi.

Edi menyebut ada banyak karyawan perusahaan yang mengaku takut mendapatkan sanksi pemotongan pendapatan jika tidak masuk kerja. Untuk itu, ia pun meminta agar perusahaan dapat berperan memberikan keringanan kepada karyawannya, terutama kepada warga lokal. Sehingga, mereka bisa menyalurkan hak suaranya pada saat pesta demokrasi yang akan digelar pada 2024 mendatang.

Keringanan sendiri hanya diperlukan di pagi hari, sebagai waktu karyawan mencoblos ke TPS, setelah usai mereka bisa lanjut bekerja. Lanjut Edi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar juga gencar melakukan sosialisasi di beberapa kecamatan untuk meningkatkan jumlah partisipasi pemilih. Termasuk di daerah yang wilayahnya terdapat aktivitas perusahaan.

“Jika penyebab rendahnya partisipasi pemilih karena faktor kebijakan perusahaan kepada karyawan, ini harus dicek validitasnya dan segera mendapatkan solusi. Ada sisi komunikasi yang perlu diperbaiki,” pungkasnya. (adv/moe)

Editor : izak-Indra Zakaria