Seorang pria di Thailand ditangkap aparat kepolisian setelah melakukan pembunuhan terhadap ayah tiri gadis yang ia sukai dan satu orang saksi di Provinsi Kanchanaburi, Thailand. Peristiwa naas yang terjadi pada Minggu (5/11) lalu terungkap ketika seorang perempuan bernama Mod menghubungi Kantor Polisi Lao Kwan untuk melaporkan adanya penembakan di sekitar kediamannya.
Mod mengatakan bahwa tersangka bernama Jiradate Thongyim, 36, telah menembak suaminya, Sermsak, 38, dan korban lainnya, Boonsong, 50.
Ketika polisi tiba di lokasi, kedua korban telah tewas di tempat kejadian. Masing-masing korban mengalami tiga luka tembak di bagian wajah dan badan.
Polisi berhasil menangkap pelaku di rumahnya yang berjarak sekitar 3 km dari lokasi kejadian. Pelaku segera dibawa ke kantor polisi ketika keluarga korban berusaha menghakiminya.
Dilansir dari The Thaiger, peristiwa tersebut didasari dari Jiradate yang menyukai putri Mod, Noey, 19, tetapi Noey menolaknya.
Ketika Mod dan suaminya bekerja di area perhutanan, Jiradate menghampiri mereka untuk menanyakan keberadaan Noey, namun Sermsak menolak menjawabnya. Pelaku kemudian mengeluarkan sebuah pistol untuk mengancam korban agar ia mau bicara, namun korban tetap diam.
Karena diliputi amarah, Jiradate lalu menembak Sermsak sebanyak tiga kali, sebelum berbalik menembak Boonsong yang sama sekali tidak terlibat atau menghadapi pelaku.
Kemudian, pelaku memaksa Mod untuk naik sepeda motornya dan mengantarnya ke rumah Mod. Setelah itu, Mod segera bergegas kembali ke lokasi kejadian untuk memeriksa suaminya dan melapor ke polisi.
Polisi pun melakukan investigasi terhadap kejadian tersebut, namun ketika melakukan reka adegan ulang, mereka harus menghentikannya demi keselamatan pelaku dari penghakiman keluarga korban.
Di sisi lain, pada tahun 2016, Jiradate pernah didakwa melakukan pembunuhan dan divonis 25 tahun penjara, namun ia hanya menjalani hukuman lima tahun penjara dan bebas pada tahun 2022. (*)
Editor : izak-Indra Zakaria