Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Samarinda Gelar "BISa Priority" tahun 2023
SAMARINDA- Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Samarinda pada tahun ini menggelar agenda kembali kegiatan yang bertajuk BISa Priority 2023. Kegiatan tersebut mengangkat Materi utama yaitu, Kebijakan terkait Industri Hijau, TKDN dan Pelayanan Jasa Industri bagi Industri Kaltim, Kaltara dan IKN.
Acara berlagsung selama satu hari, bertempat di Ballrom Mercure Hotel Samarinda Ruang Crystal 1, Kamis (9/11). Dihadiri para pejabat dan perwakilan dari berbagai stakeholder industri Kaltim dan Kaltara. Selain itu kegiatan itu di buka langsung oleh Andi Rizaldi Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian.
Dalam hal ini Andi Rizaldi saat membuka acara mengatakan, kinerja sektor industri saat ini terus mengalami perbaikan. Pada Triwulan III tahun 2023, kontribusi sektor industri terhadap PDB Nasional adalah sebesar 18,75% dan kontribusi sektor industri ini menjadi sektor dengan kontribusi terbesar terhadap PDB nasional.
"Hal ini menunjukkan bahwa industri masih menjadi andalan dalam menopang perekonomian nasional," ungkap Rizaldi. Ditambahkan, Rizaldi, sebagai salah satu sektor prioritas pertumbuhan ekonomi, diperlukan dukungan pemerintah dan segenap stakeholder untuk meningkatkan kinerja dan daya saingnya.
Lanjut, Rizaldi, adapun pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara dari triwulan III tahun 2022 sampai triwulan II tahun 2023, cenderung di atas 5% dan tidak terlalu jauh dengan pertumbuhan ekonomi nasional.
"Sedangkan mayoritas pangsa perekonomian di Kalimantan pada triwulan II tahun 2023 didominasi oleh Kalimantan Timur yang mencapai 47,14%. Dalam hal kontribusi PDRB terhadap PDB nasional, Kalimantan Timur berkontribusi sebesar 4,81% dan Kalimantan Utara sebesar 0,72%," jelas Rizaldi.
"Dalam mengembangkan industri khususnya di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, terdapat beberapa tantangan yang menjadi perhatian bersama yaitu kontribusi sektor manufaktur yang masih relatif rendah dimana belum banyak hilirisasi produk yang dilakukan, kemudian infrastruktur (seperti pelabuhan, jalan, jembatan, dan kawasan industri) masih perlu ditingkatkan untuk mempermudah konektivitas, serta kebutuhan peningkatan kompetensi tenaga kerja," sebut Rizaldi.
Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, dengan jumlah populasi lebih dari 200 juta penduduk muslim, atau 12,7 % populasi muslim di dunia. Oleh karena itu dalam menjawab tantangan tersebut, pemerintah telah mengeluarkan strategi dan program utama industri halal Indonesia 2023-2029 dimana penguatan pelaku industri halal dan penerapan sistem jaminan produk halal dalam bentuk sertifikat halal merupakan beberapa program utama.
BSPJI Samarinda telah berperan dalam mendukung pengembangan industri di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara melalui layanan seperti sertifikasi, pengujian, kalibrasi, pendampingan teknis dan konsultansi. Layanan-layanan ini merupakan core business BSPJI Samarinda dan ke depan ruang lingkup layanan tentunya akan terus bertambah sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
Setelah bertransformasinya BSPJI Samarinda menjadi badan layanan umum pada tahun ini, terdapat potensi layanan yang akan dikembangkan oleh BSPJI Samarinda untuk menjawab kebutuhan industri ke depan seperti verifikasi TKDN, lembaga pemeriksa halal, lembaga verifikasi dan validasi gas rumah kaca (GRK), serta konsultansi dan pendampingan industri hijau.
Pada Laporan Pelaksanaan Kegiatan, Risetio Canggih Dwiputra selaku Kepala BSPJI Samarinda menyampaikan ”Selamat datang di BISA PRIORITY tahun 2023, kegiatan ini merupakan forum komunikasi bagi stakeholder industri di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara”. Katanya.
BSPJI Samarinda sebagai satu-satunya perwakilan Kementerian Perindustrian di wilayah Kaltim Kaltara, mengemban tugas yang penting dalam mewujudkan peningkatan daya saing industri di wilayah ini. "Di samping itu BSPJI Samarinda diharapkan mampu menyiapkan diri dalam rangka menyambut Ibu Kota Nusantara, dimana Samarinda akan menjadi salah satu dari 3 Kota Utama yang diharapkan dapat mendukung IKN menjadi Super Hub perekonomian wilayah timur dan seluruh indonesia," ungkap Risetio.
"Kehadiran BSPJI Samarinda harus mampu menjawab kebutuhan sektor industri yang merupakan penopang pertumbuhan ekonomi," sambungnya.
BSPJI Samarinda sebagai salah satu unit pelaksana teknis di bawah BSKJI Kementerian Perindustrian, telah bertransformasi menjadi Badan Layanan Umum sesuai Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 244 Tahun 2023.
Hal ini merupakan milestone bagi BSPJI Samarinda dalam langkahnya memberikan pelayanan bagi industri dan masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan BISA PRIORITY adalah sebagai forum bertemunya pada stakeholder sektor perindustrian dalam rangka penyebarluasan informasi terkait kebijakan industri nasional, serta wadah bagi perwakilan Kementerian Perindustrian untuk mendengarkan kebutuhan industri di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Pada kesempatan ini juga akan dilaksanakan talkshow tentang Kebijakan dan Penerapan Industri Hijau, Penunjukan Lembaga Verifikasi Independen (LVI) TKDN, dan Mitigasi Kualitas Lingkungan Berbasis Teknologi untuk Industri Hijau. (Adv/kh)
Editor : izak-Indra Zakaria