Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Makin Tegang..!! Iran Bertekad Balas Serangan Israel yang Tewaskan Brigjen Mousavi

izak-Indra Zakaria • Rabu, 27 Desember 2023 - 20:36 WIB
Brigjen Sayyed Razi Mousavi (insert) terbunuh dalam serangan Israel di Syiria.
Brigjen Sayyed Razi Mousavi (insert) terbunuh dalam serangan Israel di Syiria.

TEHERAN – ’’Israel pasti akan membayar kejahatan ini.’’ Ancaman itu dilontarkan Presiden Iran Ebrahim Raisi setelah mendapat kabar bahwa Negeri Yahudi itu telah membunuh Brigjen Sayyed Razi Mousavi, penasihat senior di Garda Revolusi Iran (IGRC). Insiden itu terjadi saat Israel menyerang lingkungan Sayeda Zeinab yang terletak di dekat tempat suci umat Syiah di Syria.

Kantor berita resmi Iran IRNA menggambarkan Mousavi sebagai teman dekat Jenderal Qassem Suleimani, kepala Pasukan elite Al Quds Iran yang terbunuh dalam serangan pesawat tak berawak Amerika Serikat (AS) di Iraq pada 3 Januari 2020 lalu. Mousavi adalah komandan paling senior yang terbunuh di luar Iran sejak kematian Soleimani. IRNA melaporkan bahwa Mousavi aktif dalam bidang pemberian dukungan logistik pada poros perlawanan di Syria. Itu mengacu pada kelompok yang didukung oleh Teheran dan menentang Israel.

Dilaporkan ada tiga rudal yang diluncurkan Israel dan menargetkan Mousavi. Saluran TV pemerintah Israel menayangkan rekaman yang menunjukkan asap membubung dari area serangan. Duta Besar Iran untuk Syria, Hossein Akbari mengatakan bahwa rumah sang jenderal menjadi sasaran pada pukul 16.20 waktu setempat pada Senin (25/12). Bangunan itu hancur lebur dan jenazah Mousavi kemudian ditemukan di halaman.

Beberapa sumber mengatakan bahwa Mousavi bertanggungjawab mengkoordinasikan aliansi militer antara Syria dan Iran. Namun, Akbari menegaskan bahwa Mousavi berada di Syria sebagai penasihat militer resmi. ’’Kami bersumpah akan membalas kematiannya,’’ bunyi pernyataan IGRC seperti dikutip Japan Times. Serangan Israel juga menewaskan dua jenderal Iran lainnya awal bulan ini di Syria.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanaani mengatakan negaranya berhak mengambil tindakan yang diperlukan untuk menanggapi tindakan pembunuhan in pada waktu dan tempat yang tepat. Yang jelas hingga kemarin belum ada seranganyang dilakukan oleh Iran ke Israel.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) di lain pihak enggan berkomentar. ’’Saya tidakakan mengomentari laporan asing, baik ini maupun laporan lainnya di Timur Tengah. Militer Israel jelasmempunyai tugas untuk melindungi kepentingan keamanan Israel,’’ ujar JuruBicara IDF Laksamana Muda Daniel Hagari. Insiden itu semakin meningkatkan ketegangan di Timur Tengah. Iran dan sekutu-sekutunya telah meningkatkan konflik sejak Hamas menyerang Israel pada 7 Oktober lalu yang memicu perang di Jalur Gaza hingga saat ini.

Kelompok-kelompok yang didukung Iran di Yaman, Lebanon, Syria, dan Iraq telah melancarkan serangan terhadap Israel dan sekutunya untuk mendukung Hamas. Bentrokan di sepanjang perbatasan Lebanon-Israel antara Hizbullah dan Israel terus meningkat. Baku tembak rudal, serangan udara, dan penembakan setiap hari melintasi perbatasan. Di Laut Merah, serangan pemberontak Houthi di Yaman terhadap kapal-kapa lyang mereka yakini terkait dengan Israel telah mengganggu perdagangan. Kondisi tersebut mendorong di luncurkannya operasi angkatan laut multinasional pimpinan AS untuk melindungi rute pelayaran.

Milisi yang didukung Iran di Iraq yang beroperasi atas nama kelompok Kataib Hizbullah juga telah melancarkan lebih dari 100 serangan terhadap pangkalan pangkalan yang menampung pasukan AS di Iraq dan Syria. Menurut mereka itu merupakan pembalasan atas dukungan Washington terhadap Tel Aviv. Kelompok tersebit mengklaim melakukan serangan terhadap pangkalan AS disebelah bandara komersial di Erbil di Iraq utara padaSenin. (sha/ttg)

 

Editor : izak-Indra Zakaria