Seiring status sebagai kota penyangga IKN, Balikpapan terus berbenah. Termasuk dalam urusan penyediaan air bersih yang memang masih jadi persoalan serius.
BALIKPAPAN – Pembahasan IKN menjadi salah satu perhatian dalam debat calon wakil presiden (cawapres), Jumat (22/12) lalu. Menariknya Muhaimin Iskandar, cawapres dari paslon 01 sempat menyinggung Balikpapan.
Cak Imin, panggilan akrab Muhaimin Iskandar mengatakan, kota penyangga IKN ini masih memiliki keterbatasan dalam suplai listrik, air bersih, dan fasilitas jalan yang belum memadai. Hal ini mendapat respons Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud. Dia menuturkan, soal air bersih telah menjadi perhatian beberapa waktu terakhir.
Pemkot Balikpapan masih berupaya untuk memenuhi ketersediaan air bersih. Terlebih selama ini, Kota Beriman hanya mengandalkan waduk tadah hujan. Sedangkan kebutuhan air bersih semakin terus meningkat dengan kehadiran IKN. Adapun Balikpapan akhirnya berstatus sebagai kota penyangga.
“Balikpapan menjadi begitu seksi dan berimbas pada pertumbuhan penduduk kian pesat,” sebutnya. Dia menjelaskan, Pemkot Balikpapan menyusun skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) untuk pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) Sepaku Semoi.
Rencananya, Balikpapan mendapat jatah 500 liter per detik dari Bendungan Sepaku Semoi. “Kami terus berupaya untuk memenuhi air bersih dan mewujudkan Balikpapan sebagai livable city,” katanya. Seperti diketahui, Balikpapan masih mengandalkan dua waduk bersifat tadah hujan.
Di antaranya Waduk Manggar dengan kapasitas produksi 1.100 liter per detik dan Bendungan Teritip sebesar 200 liter per detik. Sementara, terkait pernyataan Cak Imin kekurangan listrik di Balikpapan. Rahmad menilai, pernyataan Cak Imin jelas berbeda dengan kondisi di lapangan.
Menurutnya, cawapres pasangan Anies Baswedan ini telah menyampaikan hal keliru. “Harusnya sebelum menyampaikan lihat data dulu. Makanya yang dia sampaikan itu tidak tepat,” ucapnya. Rahmad menyebutkan, kondisi Balikpapan sebagai penunjang IKN sudah sangat baik.
Soal ketersediaan listrik, PLN sudah memiliki daya hingga surplus pasokan listrik. Bahkan, bisa terlihat dari sudah tidak begitu terjadi byar pet di Kota Minyak. “Kalau terjadi mati listrik, biasanya karena perawatan atau ada gangguan nonteknis saja,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Litbang Murni mengatakan, Pemkot Balikpapan menyiapkan berbagai cara untuk mengatasi kebutuhan air baku. Misalnya, kini jadi perhatian pembangunan SPAM Sepaku Semoi. “Kami kejar targetnya 2024 sudah bisa mulai eksekusi melalui skema KPBU,” katanya saat diskusi perencanaan RTRW 2012-2032.
Kemudian, pihaknya melanjutkan percepatan pembangunan Embung Aji Raden. Ini akan membantu suplai Bendungan Teritip. “Kami tidak punya sungai seperti di Jawa yang airnya mengalir. Namun ini tadah hujan, jadi otomatis air baku tadah hujan,” ungkapnya.
Serta opsi terakhir, melakukan kajian kembali terhadap metode desalinasi air laut. “Mau tidak mau akan dikaji lagi kemungkinan desalinasi air laut, agar air baku tidak bergantung dengan daerah lain. Semoga bisa berjalan dan kebutuhan air baku dapat teratasi sesuai RPJPD,” tandasnya. (ms/k15)
DINA ANGELINA
dinaangelina6@gmail.com
Editor : izak-Indra Zakaria