Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Bahaya Ini..!! Pasien DBD di Kutai Barat Bertambah

Indra Zakaria • Senin, 29 Januari 2024 - 21:00 WIB

 

ilustrasi
ilustrasi

SENDAWAR–Aksi fogging (pengasapan) terpaksa dilakukan jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Muara Pahu di Kampung Muara Beloan, Rabu (24/1) lalu. Ini dilakukan menyusul adanya seorang anak di RT 1 yang terindikasi terserang penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Pasien diketahui terjangkit DBD, setelah menjalani perawatan di RSUD Harapan Insan Sendawar. Aksi pengasapan ini dilakukan berjarak 100 meter di radius rumah pasien yang terduga DBD. Kemudian di SD 008 Kampung Muara Beloan. Karena di sekolah itu, pasien tadi menempuh pendidikan.

Fogging adalah tindakan pengasapan dengan bahan insektisida yang bertujuan membunuh nyamuk-nyamuk Aedes aegypti, pembawa penyakit DBD.

Kepala Kampung Muara Beloan Rudy Suhartono merespons positif langkah UPT Puskesmas Muara Pahu melakukan fogging di Muara Beloan. Cara ini diharapkan bisa menghentikan peredaran DBD kepada warga lainnya. Fogging saat banjir ini pun dipastikan lebih efektif. “Karena nyamuk tidak bisa lagi berlindung,” kata Rudy.

Diberitakan sebelumnya, kasus DBD terus meningkat. Data Dinas Kesehatan (Diskes) Kubar mencatat hingga akhir 2023 sebanyak 385 kasus dan 4 orang meninggal dunia. Harus diwaspadai, karena kasus DBD ini merata terjadi di 16 kecamatan se-Kubar.

Kepala Diskes Kubar Ritawati Sinaga menyebutkan, ciri-ciri penyakit DBD adalah ditandai dengan demam panas tinggi lebih dari dua hari. Kemudian ada ciri-cirinya berupa kulit tampak bintik-bintik merah seperti bekas gigitan nyamuk, nyeri ulu hati, lemah, dan lesu.

“Jika sudah ada gejala seperti ini segera berobat ke puskesmas atau sarana pelayanan kesehatan terdekat. Karena penyakit DBD sering mendatangkan kematian, jika tidak segera ditangani sejak dini,” kata mantan pimpinan Puskesmas Melak itu. (*/luk/kri/k8)

Editor : Indra Zakaria
#Kutai Barat