Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Begini Upaya Meminimalisasi Praktik Percaloan di Pelabuhan Semayang

izak-Indra Zakaria • Kamis, 11 Januari 2024 - 17:56 WIB
Photo
Photo

Praktik percaloan masih terjadi di Pelabuhan Semayang, Balikpapan. Temuan itu berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan posko angkutan Natal tahun 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru).

 

RIKIP AGUSTANI, Balikpapan

ikkifarikikki@gmail.com

 

KANTOR Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Balikpapan langsung bertindak tegas terhadap para calo atau pelanggar. Seperti penumpang yang tiketnya tidak sesuai dengan KTP, maka dilarang berangkat. Aturan main itu diterapkan seperti layaknya penumpang pesawat di bandara.

Kepala KSOP Kelas I Balikpapan Captain Bharto Ari Raharjo mengungkapkan, upaya pengetatan terhadap penumpang yang akan berangkat melalui Pelabuhan Semayang dilakukan untuk mengubah kebiasaan dari penumpang kapal laut. Agar berupaya mendapatkan tiket kapal laut sebelum berada di pelabuhan.

Sebab jika hal itu tidak dilakukan, penumpang akan mendapatkan harga lebih mahal. Dengan membeli tiket dari calo di pelabuhan. “Kami ingin mengubah kultur seperti ini, makanya kami melakukan pengecekan sebelum masuk terminal keberangkatan. Untuk memastikan kesesuaian antara identitas dan tiket milik penumpang. Kalau tidak sesuai, maka tidak diperkenankan masuk ke terminal keberangkatan,” tegasnya kepada Kaltim Post setelah menutup Posko Nataru di terminal keberangkatan Pelabuhan Semayang, Selasa (9/1).

Selain itu, upaya pengetatan terhadap penumpang sebelum masuk terminal keberangkatan itu juga dilakukan, untuk mengantisipasi adanya oknum yang tidak bertanggung jawab. Yang ingin memprovokasi penumpang tidak mendapatkan tiket, untuk memaksa masuk ke terminal keberangkatan. “Itu yang harus kita cegah dari awal,” sambungnya.

Mantan kepala KSOP Utama Belawan itu menegaskan, upaya pelarangan penumpang yang memiliki tiket, namun tidak sesuai identitasnya itu sebagai efek jera agar praktik percaloan yang masih terjadi di Pelabuhan Semayang bisa dikurangi secara perlahan. “Kita sudah antisipasi untuk memberi efek jera. Mudah-mudahan ini bisa menumbuhkan kesadaran penumpang. Di samping dari sisi keselamatan juga. Agar data orang yang naik ke kapal dengan data manifes penumpang sesuai,” jelas dia.

Selain itu, dari temuan praktik percaloan yang ditemukan KSOP Balikpapan, kebanyakan pada rute keberangkatan menuju wilayah timur Indonesia. Namun, dengan upaya pengetatan penumpang, Bharto berharap secara perlahan bisa memutus praktik percaloan.

Dia meminta operator pelayaran membantu menyosialisasikan pembelian tiket kapal laut secara daring (online). “Kami minta operator melakukan jemput bola kepada penumpang. Memberikan edukasi kepada penumpang yang ingin membeli tiket secara online. Karena rata-rata penumpang yang membeli tiket melalui calo, bukan tidak memiliki handphone yang canggih. Tapi tidak tahu bagaimana membeli tiket secara online,” tutur dia.

Posko Nataru di Pelabuhan Semayang dilaksanakan selama 21 hari. Mulai 18 Desember 2023 hingga 8 Januari 2024. Selama periode tersebut, jumlah penumpang naik 25.352 orang. Adapun penumpang turun 24.229 orang. Jadi, total keseluruhan penumpang yang tiba maupun berangkat di Pelabuhan Semayang sebanyak 49.581 orang.

Jumlah itu mengalami peningkatan dari periode yang sama, Nataru tahun 2022/2023. Di mana jumlah penumpang naik sebanyak 18.331 orang. Penumpang turun 18.723 orang. Dengan demikian jumlahnya adalah 37.054 orang.

“Ada selisih 33,81 persen dari tahun sebelumnya. Kenaikan ini, saya duga karena (Indonesia) sudah bebas Covid-19. Lalu terkait dengan adanya IKN (Ibu Kota Nusantara). Banyak orang bekerja di IKN yang ingin melakukan mudik. Selain itu dipengaruhi tingkat perekonomian yang membaik. Ketiga hal itu yang saya duga mendorong peningkatan jumlah penumpang,” terang dia.

Selama masa Nataru, KSOP juga melakukan sejumlah pengembangan pelayanan pada jalur embarkasi atau keberangkatan penumpang. Selain menerapkan pemeriksaan terhadap kesesuaian tiket dan identitas penumpang, agar mencegah dan mengurangi praktik percaloan, KSOP Balikpapan memberikan pelayanan dengan mendahulukan penumpang kategori tertentu. Yakni penumpang yang memiliki berkebutuhan khusus, ibu hamil, dan membawa anak-anak untuk pelaksanaan embarkasi.

Dari sisi kapal, tidak terjadi hal-hal yang buruk. Sebab, sejak awal sudah dilakukan ramp check atau pemeriksaan keselamatan kapal. Hasil evaluasi tersebut, masih ditemukan banyak orang yang masuk ke pelabuhan tapi di lini dua. Artinya berada di luar lini satu dan luar terminal keberangkatan. Ke depannya dilakukan pengetatan.

Di depan pelabuhan, terutama pada jalanan masih terjadi kemacetan karena masih ada pedagang. “Ke depan, kami improvisasi melalui kolaborasi bersama. Dengan TNI-Polri dan pemerintah daerah terkait. Mulai Pemkot Balikpapan hingga Pemprov Kaltim, tentunya Pelindo juga,” katanya.

Tak hanya itu, hasil evaluasi pelaksanaan angkutan Nataru, menjadi bahan latihan untuk mempersiapkan angkutan Lebaran, yang akan dilaksanakan Maret 2024. “Hasil evaluasi ini, segera dilakukan koreksi bersama Pelindo sebagai pengelola pelabuhan. Karena kami sudah memiliki gambaran bagaimana suasana Lebaran nanti. Di samping mengevaluasi dari momen Lebaran sebelumnya dan Nataru ini,” bebernya.

Sementara itu, General Manager (GM) PT Pelindo Balikpapan Suhadi Hamid mengatakan, ke depannya para penumpang dan pengantar hanya diperkenankan berada di luar terminal keberangkatan. Untuk mencegah kepadatan penumpang, terutama saat musim Lebaran. “Yang tidak punya tiket, tidak boleh masuk ke lini satu (terminal keberangkatan),” katanya.

Selain itu, dari sisi kapasitas penumpang, terminal keberangkatan hanya mampu menampung sekira tiga ribu orang. Jadi, akan dilakukan perubahan kebijakan terhadap antrean penumpang. Di mana sebagian penumpang akan diarahkan ke ruang tunggu sementara. Yang rencananya dibangun di sebelah bangun terminal keberangkatan pada awal Februari. Diupayakan bisa rampung sebelum memasuki Ramadan. Dengan data tampung 500–700 orang.

“Sehingga kami bisa mulai mengurai. Mulai penumpang lansia, penumpang yang membawa anak-anak, termasuk penumpang yang sakit. Mungkin bisa kami prioritaskan untuk masuk. Tujuannya mengondisikan klaster calon penumpang yang akan berangkat,” katanya. (rom/k16)

Editor : izak-Indra Zakaria