SETELAH beberapa hari sebelumnya belasan ruang kelas di SMP 5 terbakar hebat, imbas dari dua rumah yang lebih dulu terbakar, giliran bangunan fasilitas pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA) 9 yang terbakar. Meski diguyur hujan lebat, si jago merah tetap mengamuk. Gedung perpustakaan, SMA 9 di Jalan Giri Rejo, RT 24, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, hangus, Kamis (21/3) malam.
Kebakaran sekitar pukul 18.40 Wita di fasilitas pendidikan itu membuat warga sekitar ikut panik. Sebagian warga yang baru saja melaksanakan buka puasa berhamburan. Mereka berusaha memadamkan api dengan alat yang ada. Namun, api sulit dikuasai. Warga hanya bisa berharap bantuan unit pemadam kebakaran segera datang. "Saat saya datang api sudah besar. Dan gedung yang terbakar itu ruang perpustakaan sekolah," ucap Sonia, guru pendidikan jasmani yang tinggal tak jauh dari sekolah.
Saat terbakar, gedung sekolah tak ada aktivitas. Dia menduga penyebab kebakaran akibat korsleting. "Dipastikan hanya satu gedung itu yang terbakar," sambungnya.
Informasi kebakaran itu menyebar. Petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Samarinda dibantu relawan bergegas menjinakkan si jago merah.
Kadis Damkar Samarinda Hendra AH mengatakan, dugaan sementara kebakaran adalah korsleting di dalam gedung perpustakaan. Namun, untuk penyebab pasti pihaknya masih menunggu penyelidikan Polsekta Sungai Pinang. Dalam melakukan pemadaman, kendala yang dihadapi minimnya titik air. Namun, sekitar pukul 19.30 Wita, Disdamkar dan relawan berhasil memadamkan api. "Kami menurunkan dua posko dengan empat mobil tangki dibantu pemadam swasta. Sementara relawan melakukan penyemprotan dengan mesin portabel," singkatnya. (dra2/k8)
Editor : Indra Zakaria