Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Tambahan Kuota Jelang Iduladha, Pertamina Diminta Urai Masalah Tabung Gas

Redaksi Sapos • Sabtu, 8 Juni 2024 - 01:00 WIB
ANTRE PANJANG. Antrean warga yang ingin mendapatkan elpiji 3 Kg di SPBU Jalan Teuku Umar.
ANTRE PANJANG. Antrean warga yang ingin mendapatkan elpiji 3 Kg di SPBU Jalan Teuku Umar.

Prokal.co,  Kelangkaan gas elpiji 3 Kg atau gas melon kini menjadi momok masyarakat, menjelang Iduladha 1445 Hijriah. Fenomena ini terus terjadi terutama menjelang hari-hari besar keagamaan.

Sejauh ini Pertamina sebagai pihak yang dianggap paling bertanggung jawab, selalu mengeluarkan solusi kuota untuk mencukupi kebutuhan masyarakat, khususnya di Samarinda. Namun hal ini dianggap kurang konkret, lantaran tak menyelesaikan permasalahan yang terus terjadi berulang-ulang. 

Atas hal tersebut Pemkot Samarinda akhirnya memanggil Pertamina bersama Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) untuk membahas permasalahan ini. Hanya saja rapat yang digelar pada Rabu (5/6) dilaksanakan secara tertutup. 

Pelaksana harian (Plh) Sekretaris Kota Samarinda Marnabas Patiroy yang kala itu memimpin rapat mengatakan dari hasil rapat kemarin, disimpulkan stok gas melon sebenarnya masih sangat aman. Sehingga isu kelangkaan gas yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin ini dianggap tidak benar-benar terjadi.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, ke depannya ia memastikan agar pendataan distribusi gas melon harus dirapikan agar lebih tepat sasaran. Sebab selama ini penyalurannya secara resmi dari Pertamina hanya melalui agen dan pangkalan. Namun menjadi tidak terdeteksi saat diborong oleh pemilik warung-warung kelontongan. 

“Makanya saat ini terjadi kelangkaan di beberapa titik, tapi Pertamina sebut tidak langka. Harusnya tidak ada antrean,” tuturnya. Ia pun menyebut isu kelangkaan ini terjadi akibat masyarakat yang panic buying, sehingga ada pihak yang sengaja memainkan stok barang dan memperparah kelangkaan gas melon. 

Ke depannya Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda ini juga memastikan bakal ada kartu yang disiapkan untuk warga miskin. Sehingga di setiap pangkalan akan terdata secara pasti jumlah warga yang telah membeli gas melon. Data ini juga akan dituangkan dalam bentuk Surat Keputusan (SK) Walikota Samarinda.

“Nanti juga akan kami tempel daftar nama-nama yang berhak menerima, jadi kalau ada di luar dari itu tidak akan dilayani,” jelasnya. Berdasarkan data dari Pertamina, saat ini jumlah kuota gas melon untuk bulan ini sebanyak 787.400 tabung.

Jumlah itu sudah termasuk dengan kuota yang telah ditambah sebanyak 12-13,6 persen untuk memenuhi kebutuhan Hari Raya Iduladha. Namun di satu sisi Marnabas meminta dari Pertamina juga harus bisa memberikan solusi agar permasalahan ini tidak dibiarkan terus berulang, setiap tahunnya.

“Pertamina jangan seperti pemadam kebakaran, begitu ada masalah baru menambah kuota. Kami harapkan mereka juga bisa membantu pemerintah menyiapkan kartu untuk masyarakat,” tuturnya.

Sebelumnya Area Manager Communication, Relations & CSR Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Arya Yusa Dwicandra mengakui saat ini terjadi peningkatan demand (permintaan) menjelang perayaan Hari Raya Iduladha.

Namun pihaknya memang berencana melakukan penambahan stok gas melon sebanyak 22 ribu tabung hingga perayaan tersebut. Untuk saat ini diakuinya untuk stok gas elpiji memang masih dalam kategori aman dan terkendali.

“Kami selalu menyalurkan sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan pemerintah, jika terjadi kenaikan itu karena adanya peningkatan permintaan,” pungkasnya. (hun/nha)

Editor : Indra Zakaria