Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Ribuan Ton Beras di Babulu Tertahan di Penggilingan, Bulog Akhirnya Buka Suara

Muhammad Najib • Jumat, 7 Juni 2024 - 22:10 WIB
KONFIRMASI: Bulog Cabang Paser menyampaikan keterangan kepada media terkait serapan beras petani, Kamis (30/5). (Najib/KP)
KONFIRMASI: Bulog Cabang Paser menyampaikan keterangan kepada media terkait serapan beras petani, Kamis (30/5). (Najib/KP)

Prokal.co, Masalah minimnya serapan beras petani di Penajam Paser Utara (PPU) oleh Bulog, dikonfirmasi Kantor Bulog Cabang Paser yang membawahi Kabupaten Paser dan PPU.

Beberapa hari belakangan di PPU ramai pemberitaan soal ribuan ton beras di Babulu, yang tertahan di penggilingan dan rumah-rumah petani karena tak terserap Bulog.

Plt Pemimpin Kantor Bulog Cabang Paser Lucky Ali Akbar menjelaskan kondisi yang terjadi di PPU, karena tidak adanya titik temu harga jual petani dengan penetapan harga serapan beras oleh pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) selaku regulator.

Ada disparitas harga yang tidak masuk antara harga ketetapan pemerintah dan petani, sehingga banyak beras yang dianggap tidak terserap. Lucky menyebut selama harga yang dijual petani sesuai standar pemerintah, maka Bulog sebagai operator Bapanas pasti akan menyerapnya. 

"Kami tentunya berharap beras petani lokal terserap, serta kualitas dan harga terpenuhi," kata Lucky, Kamis (30/5).

Dia mencontohkan salah satu persyaratannya adalah misal butir patah beras tidak boleh di atas 20 persen dalam satu 1 kg maksimal. Artinya maksimal hanya 200 gram butir patahnya. Bulog kata dia membuka pintu sebesar-besarnya membeli beras petani sesuai standar. 

"Berapa pun tonasenya kami serap. Asal harga dan kualitas sesuai," katanya.

Untuk kondisi di Kabupaten Paser, Lucky mengatakan selama ini petani dan gabungan kelompok tani belum pernah menjual ke Bulog. Beras hasil panen dari penggilingan langsung dijual ke pasar atau masyarakat.

Ini tidak masalah buat Bulog, karena yang terpenting beras petani terserap dan petani juga sejahtera.

Bulog mengimbau petani atau gapoktan di Paser dan PPU bekerja sama dengan Bulog dalam menjual hasil panennya. "Lewat Bulog, pembayarannya langsung cash," tuturnya. (jib/far)

Editor : Indra Zakaria