Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Ternyata Bus “Balikpapan City Trans” Sempat Beroperasi di Makassar, Sepi Penumpang Lalu Dipindahkan untuk Angkutan Transportasi Penunjang IKN

Rikip Agustani • Senin, 8 Juli 2024 - 17:25 WIB
BEROPERASI BESOK : Angkutan umum massal perkotaan, (RIKIP/KP)
BEROPERASI BESOK : Angkutan umum massal perkotaan, (RIKIP/KP)

Armada Teman Bus atau Layanan Transportasi Ekonomis Mudah Aman dan Nyaman atau Teman Bus di Balikpapan yang telah diluncurkan di Balikpapan, 1 Juli 2024, ternyata sempat dioperasikan di Makassar, Sulawesi Selatan. Di mana, pada awal tahun ini, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyetop operasional armada Teman Bus Trans Mamminasata di Makassar. Dan mengalihkannya untuk angkutan perkotaan di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Hal ini dilakukan karena selama beroperasi, Teman Bus Trans Mamminasata itu tidak memenuhi ekspektasi. Lantaran low factor-nya masih berada di kisaran di bawah 35 persen. Sejak diluncurkan perdana pada tahun 2021.

Anggota Komisi V DPR RI Hamka Baco Kady mengkritik hal tersebut. Anggota DPR RI daerah pemilihan Sulawesi Selatan I (Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Gowa, Kabupaten Kepulauan Selayar, Kabupaten Takalar, dan Kota Makassar) menyebut armada bus angkutan perkotaan berbasis jalan dengan Skema Buy The Service (BTS) yang sempat dioperasikan di Makassar ini, terpaksa dipindah ke IKN. Karena tidak berfungsi saat beroperasi di Makassar.

“Di sana (Makassar) mondar mandir kosong. Itu fakta, Pak. Ya, ini yang saya titipkan kepada Pak Dirjen semuanya dievaluasi dengan baik. Untuk sama-sama kita pikirkan dengan baik,” katanya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPR RI dengan Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kemenhub, Kamis (4/7) lalu.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kemenhub Irjen Pol Risyapudin Nursin mengatakan layanan angkutan massal perkotaan BTS ini, memang masih sepi dan belum diminati masyarakat, karena memerlukan suatu langkah-langkah dari masing-masing pejabat pemerintah daerah.

Dalam ini pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota, untuk menggerakan moral dari kendaraan pribadi menuju kendaraan angkutan massal. “Kami berharap dari pemerintah daerah adanya suatu gerakan moral, untuk mengajak sama-sama masyarakat berpindah dari moda transportasi pribadi. Menuju transportasi umum,” katanya dalam kesempatan yang sama.

Dengan demikian, bantuan armada bus angkutan perkotaan yang disubsidi pemerintah ini tidak akan terjadi pemborosan. Selain itu, mencegah terjadi suatu kecelakaan karena menggunakan angkutan transportasi umum.

Bahkan mungkin tidak secara ekonomis bagi masyarakat. “Dalam hal ini memang untuk gerakan itu perlu perlu secara masif perlu secara masif dari masing-masing pejabat para pemerintah daerah,” kata dia. 

Sementara itu, bantuan Bus Kemenhub yang diberi nama “Balikpapan City Trans” untuk Balikpapan ada sebanyak 19 unit, sebagai daerah mitra IKN. Armada “Balikpapan City Trans” ini akan dioperasikan pada Senin, 8 Juli 2024 untuk 3 koridor.
Yakni Koridor A dengan rute Pelabuhan Semayang - Bandara SAMS Sepinggan, lalu Koridor B dengan rute Terminal Tipe C Batu Ampar ke Jalan Jenderal Sudirman via Jalan MT Haryono, dan Koridor C dengan rute Terminal Tipe C Batu Ampar ke Jalan Jenderal Sudirman via Jalan Ahmad Yani, Pada pengoperasian awal, penumpang masih dikenakan tarif Rp 0 alias gratis.

Dan nantinya akan dikenakan tarif, setelah adanya regulasi dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). 

Dan tarif tersebut akan menjadi Penerimaan Negara Bukan Pajak atau PNBP yang diserahkan kepada masing-masing pemerintah daerah. Untuk melaporkan kepada Kemenkeu melalui Kemenhub. Di mana armada angkutan umum BTS ini, memiliki konsep aman, nyaman, dan murah.

Tarif layanan bus BTS ini di Makassar adalah Rp 4.600 sekali jalan untuk masyarakat umum dan Rp 2 ribu untuk pelajar, mahasiswa, dan orang lanjut usia. “Mungkin tarifnya hanya bisa seperti Rp 3 ribu atau Rp 2 ribu. Ini sesuai dengan kemampuan dari masyarakat tersebut,” pungkas dia. (kip/waz)

 

 
 
 
 
Editor : Indra Zakaria
#balikpapan