Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Balikpapan City Trans Kembali Beroperasi, Dishub Ajak Angkot Berbenah

Indra Zakaria • Kamis, 8 Agustus 2024 - 00:00 WIB
BERBENAH: Angkutan kota diimbau untuk berbenah dan maju bersama sebagai transportasi umum lainnya di Balikpapan. (ANGGI PRADITHA/KP)
BERBENAH: Angkutan kota diimbau untuk berbenah dan maju bersama sebagai transportasi umum lainnya di Balikpapan. (ANGGI PRADITHA/KP)

 

Setelah dua pekan berhenti operasi untuk evaluasi uji coba kelayakan oleh Kementerian Perhubungan, Balikpapan City Trans kembali melayani masyarakat mulai 2 Agustus. 

Sebelumnya, operasional sempat terganggu akibat demo dari angkot yang menolak kehadiran layanan ini.

Meski sebelumnya angkutan kota (angkot) juga sempat demo menyatakan penolakan terhadap Balikpapan City Trans. Kepala Dinas Perhubungan Adwar Skenda Putra mengatakan, pihaknya sudah melakukan audiensi dengan perwakilan angkot.

Dia mengimbau agar angkot mau bekerja sama dengan keberadaan Balikpapan City Trans.

Edo menyinggung, sebenarnya banyak angkot di Kota Minyak yang sudah mati kir dan izin trayek. “Seharusnya tidak operasional lagi karena sudah otomatis tidak berlaku,” katanya. Maka dalam beberapa kali audiensi, Dishub sudah melakukan usulan kepada angkot.

 

Misalnya apa saja yang perlu pembenahan agar angkot kembali menarik penumpang. Namun sayang kurang mendapat respons positif. Walau ada beberapa angkot setuju dengan usulan yang ditawarkan.

“Ajakan melakukan perubahan tidak direspons padahal keluhan soal angkot juga banyak sekali,” sebutnya.

Sehingga Dishub mengajak berdiskusi para sopir angkot dengan tenang dan cerdas. Menurutnya bagaimana pun angkot tetap harus berbenah. Terutama dengan melengkapi kir, uji trayek, hingga penampilan yang terjaga.

“Sebenarnya ini aturan yang wajib ditaati walaupun tidak ada Balikpapan City Trans,” ucapnya.

Edo menyebutkan, pihaknya sudah beberapa kali memberi masukan tersebut. Tetapi tak kunjung ada respons dari angkot.

 

Dia meminta ada perwakilan trayek dengan menunjuk ketua trayek. Tujuannya agar mudah menjalin komunikasi. “Tapi tidak juga direspons, bagaimana saya mau diskusi untuk pengembangan angkot,” imbuhnya.

Walau tidak ada kehadiran Balikpapan City Trans, angkot tetap terancam punah jika tidak mengikuti regulasi dan perubahan zaman. Maka kunci satu-satunya adalah kesadaran angkot untuk berbenah.

Edo berharap, keberadaan Balikpapan City Trans bisa diterima dan selama uji coba berjalan lancar. Tidak seperti sebelumnya sempat terjadi gesekan dengan angkot. Menurutnya SAUM dan angkot memiliki pangsa pasar yang berbeda.

“Angkot bisa berhenti dan mengangkut penumpang di mana saja. Sedangkan Balikpapan City Trans hanya bisa berhenti dan naik di halte-halte tertentu,” ungkapnya.

Edo menilai, penumpang angkot yang sudah biasa menggunakan angkot tetap ada.

Seperti warga yang kerap pergi ke pasar menggunakan angkot. Mengingat Balikpapan City Trans tidak memiliki trayek sampai sana.“Semoga teman-teman angkot mengerti. Kalau memang ada pangsa sendiri atau rezeki masing-masing,” tutupnya. (*)

 
 
Editor : Indra Zakaria