Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

23 Bank Sampah Binaan Pegadaian Kumpul di Balikpapan, Sepakat Perkuat Peran

Alfian Erik • 2024-08-08 18:48:01
Penandatanganan komitmen yang diteken Bondan Suryatmojo, Mina Dewi Sukmawati dan perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kaltim.
Penandatanganan komitmen yang diteken Bondan Suryatmojo, Mina Dewi Sukmawati dan perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kaltim.



PROKAL.CO, BALIKPAPAN-Pegadaian Wilayah IV Balikpapan menjadi pionir dalam mengatasi masalah sampah di Kalimantan. Melalui program pembinaan bank sampah yang komprehensif, Pegadaian tidak hanya mengurangi volume sampah tetapi juga memberdayakan masyarakat.

Dengan dukungan sarana, pelatihan, dan kompetisi inovatif, Pegadaian berhasil mendorong pertumbuhan bank sampah di seluruh wilayah.

Puncaknya, Bank Sampah Induk Kota Hijau Balikpapan meraih juara nasional pada tahun 2022,membuktikan bahwa pengelolaan sampah yang kreatif dapat menghasilkan nilai tambah yang signifikan.

Pemimpin Pegadaian Kanwil IV Balikpapan Bondan Suryatmojo mengatakan, untuk memperkuat peran bank sampah yang selama ini jadi binaan, Pegadaian Kanwil IV Balikpapan menggelar konsolidasi yang berlangsung di Ruang Langen, Pegadaian Kanwil IV Balikpapan Jalan Jenderal Sudirman Stalkuda, Kamis (8/8/2024). Konsolidasi ini diikuti 23 pengurus bank sampah binaan Pegadaian yang ada Kalimantan. Hadir dalam kesempatan, sekaligus membuka kegiatan.

“Ini juga merupakan salah satu komitmen kami untuk terus berkontribusi dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi masyarakat dan lingkungan,” kata Bondan Suryatmojo selepas membuka konsolidasi.

Lebih lanjut, Bondan Suryatmojo menyebut keberadaan bank sampah di bawah binaan PT Pegadaian juga jadi program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL). Bank sampah, sebut dia tak hanya memberikan solusi pengelolaan sampah yang lebih baik, akan tetapi juga menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat.

“Bank sampah juga membuka peluang investasi, investasi emas bisa diperoleh dari sampah,” jelas dia.

Adapun dukungan sarana yang diberikan bagi bank sampah binaan salah satunya mobil pikup. Diberikan kepada Bank Sampah Induk Kota Hijau Balikpapan untuk memudahkan pengurus mengumpulkan sampah bernilai jual, dari rumah ke rumah.

Kepala TJSL Pegadaian Kanwil IV Balikpapan Nony Fitriyani menambahkan, lewat konsoldiasi ini pihaknya ingin memberi ruang diskusi bagi pengurus bank sampah binaan Pegadaian. Terutama memperkuat edukasi kepada masyarakat tentang memilah sampah dari sumbernya yakni rumah tangga.
Pegadaian bahkan menyediakan aplikasi berupa Pegadaian Peduli yang memudahkan nasabah melacak volume sampah yang dikelola termasuk jumlah Tabungan Emas yang berhasil dikumpulkan dari sampah yang dijual.

Ketua Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia (Forsepsi) Mina Dewi Sukmawati menegaskan, pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Program Pegadaian mengubah sampah menjadi emas mengubah persepsi bahwa penjual sampah adalah pemulung.

Dia memberi contoh, di Sumatera Barat, seluruh ASN menjadi nasabah bank sampah. Efeknya terjadi penurunan produksi sampah Keterlibatan ASN, kata dia penting sebagai contoh.

“Bagaimana kesadaran masyarakat tentang pentingnya memilah sampah meningkat, kalau yang membuat kebijakan belum memberikan contoh,” kata dia.

Untuk itu, dia mendorong Pemprov Kaltim membentuk bank sampah di setiap kabupaten dan kota di Kaltim.

Pada konsolidasi tersebut juga digelar penandatanganan komitmen bersama mendorong penerapan Permen Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) No 14 tahun 2021 tentang Pengelolaan Sampah melalui Bank Sampah. Komitmen diteken Bondan Suryatmojo, Mina Dewi Sukmawati dan perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kaltim.

Editor : Indra Zakaria