Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Minim Minat Anak Muda Jadi Pekebun, Sektor Perkebunan di Berau Didominasi Usia 50-an Tahun

Faroq Zamzami • Kamis, 6 Februari 2025 - 16:24 WIB
ILUSTRASI: Regenerasi petani di sektor perkebunan yang sedang berkembang sangat dibutuhkan untuk peningkatan luas lahan dan produksi.
ILUSTRASI: Regenerasi petani di sektor perkebunan yang sedang berkembang sangat dibutuhkan untuk peningkatan luas lahan dan produksi.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Berau, Lita Handini, menekankan pentingnya regenerasi dalam sektor perkebunan.

Menurutnya, minat anak muda untuk terjun ke sektor perkebunan semakin sedikit. Mirip dengan tantangan yang dihadapi oleh sektor pertanian.

Dikatakannya, semakin sedikit generasi muda yang berminat untuk bekerja di sektor perkebunan, karena mereka cenderung lebih memilih untuk menjadi pekerja, daripada mengelola lahan sendiri. 

 Baca Juga: MK Putuskan Sengketa Hasil Pilbup Berau Lanjut Ke Sidang Pembuktian Pekan Depan

"Banyak anak muda sekarang yang lebih memilih bekerja sebagai karyawan, karena mereka masih menganggap sektor pertanian dan perkebunan bukanlah sektor yang menjanjikan," ungkapnya, Rabu (5/2/2025).

Hal ini menyebabkan sektor perkebunan didominasi oleh tenaga kerja yang sudah berusia lanjut, karena tidak adanya regenerasi.

Regenerasi yang kuat sangat penting untuk menggali potensi besar yang dimiliki sektor perkebunan di Berau. 

"Sektor perkebunan sebenarnya sangat menjanjikan jika dikelola dengan baik, namun tanpa regenerasi, kita akan kesulitan untuk mencapai potensi maksimalnya," tambahnya.

Lita juga menyoroti upaya pemerintah pusat yang kini mulai menggalakkan program Petani Milenial dengan memanfaatkan teknologi modern.

Melalui program ini, generasi muda yang tertarik untuk terjun ke sektor perkebunan dapat didukung dengan fasilitas mekanisasi dan teknologi terbaru.

 Baca Juga: Kelurahan Timbau, Loa Ipuh dan Baru Menjadi Fokus Penanganan Banjir Dinas PU Kukar di Tenggarong

Pihaknya pun mengimbau bagi para milenial yang berminat pihaknya siap mendukung penuh.

“Kami pun siap mendukung para milenial yang berminat menjadi petani dengan menyediakan peralatan mekanisasi. Kami berharap lebih banyak anak muda yang tertarik bekerja di sektor perkebunan, sehingga target peningkatan luas lahan dan produksi dapat tercapai,” terangnya.

Dengan upaya mengungkit sektor pertanian dan perkebunan menjadi sektor unggulan di Kabupaten Berau untuk menggantikan sektor pertambangan bisa segera terealisasi. 

Salah satu kendala yang dihadapi oleh pekebun berusia tua adalah keterbatasan dalam mengadopsi teknologi baru.

Tenaga kerja yang sudah lanjut usia memiliki kemampuan yang terbatas untuk mengadopsi teknologi terbaru. Berbeda dengan anak muda yang lebih mudah untuk memahami dan menerapkan teknologi. 

"Oleh karena itu, regenerasi pekebun muda yang siap mengelola lahan dengan cara yang lebih modern sangat diharapkan," katanya.

Meskipun tidak ada program khusus, pihaknya tetep mensosialisasikan kepada generasi muda bahwa pengembangan komoditas perkebunan ini cukup menjanjikan.

Harga komoditas seperti kakao, lada, kelapa sawit sedang berada pada harga yang baik. Lita berharap harga-harga komoditas perkebunan ini tetap stabil dan terus meningkat. 

"Dengan harga yang lebih tinggi, pendapatan para pekebun juga akan meningkat, dan ini akan membawa perubahan signifikan terhadap kesejahteraan mereka," paparnya.

Dengan adanya pendekatan modern dalam pengelolaan perkebunan, petani tidak lagi berada dalam strata kelas bawah.

 Baca Juga: Dealer Motor di Balikpapan Ini Bagi-Bagi Sparepart Gratis, Cek Cara dan Syaratnya..

Dengan penerapan teknologi modern, petani berpotensi naik ke kelas menengah bahkan kelas atas. Pihaknya ingin mengubah pandangan masyarakat bahwa petani selalu memiliki penghasilan rendah. 

"Dengan konsep yang lebih modern, petani bisa mendapatkan pendapatan yang lebih tinggi dan meningkatkan kualitas hidup mereka," tegas Lita.

Lita mengajak generasi muda untuk melihat potensi lahan yang luas di Berau, termasuk lahan bekas tambang, yang dapat dikelola untuk sektor pertanian dan perkebunan. 

"Kami berharap anak muda dapat melihat potensi lahan yang ada, bahkan lahan bekas tambang sekalipun, untuk dikembangkan menjadi sektor pertanian yang produktif," katanya.

Dengan rata-rata usia pekebun yang sudah lebih dari 50 tahun, ia berharap regenerasi tenaga kerja muda di sektor perkebunan dapat segera terwujud.

Baca Juga: Telkomsel Hadirkan Paket Spesial Cap Go Meh di Kota Singkawang, Kuota 8 GB Hanya Rp 8 Ribu

Disbun juga berharap dapat mengubah wajah sektor perkebunan, menjadikannya lebih modern dan menjanjikan.

"Kami jarang menemui pekebun muda di lapangan. Kami berharap generasi muda mau berpartisipasi dan menjadi bagian dari sektor perkebunan yang sedang berkembang ini," tuturnya. (*/aja/far)

 

 

Editor : Faroq Zamzami
#kebun #berau #Disbun #pekebun #petani milenial #perkebunan