Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Meski Ada Efisiensi, Program Probebaya di Samarinda Tetap Jalan

Indra Zakaria • Rabu, 26 Februari 2025 - 20:15 WIB
BANGUN CHEMISTRY. Wakil Wali Kota Saefuddin Zuhri menyapa satu per satu kepala OPD di lingkungan Pemkot Samarinda usai apel pagi, Senin (24/2). (IST)
BANGUN CHEMISTRY. Wakil Wali Kota Saefuddin Zuhri menyapa satu per satu kepala OPD di lingkungan Pemkot Samarinda usai apel pagi, Senin (24/2). (IST)

Pergantian pimpinan di pemerintahan merupakan hal lumrah. Namun, berbeda dengan sebelumnya, tahun ini seluruh kepala daerah tidak langsung menjalankan tugas, melainkan mengikuti pembekalan atau retreat di Akademi Militer (Akmil) Magelang selama sepekan.

Meski demikian, pembekalan ini hanya diikuti oleh gubernur, wali kota, dan bupati terpilih. Sementara itu, para wakil kepala daerah sudah mulai beraktivitas, termasuk Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri.


Usai dilantik Presiden RI Prabowo Subianto pada Kamis (20/2), Saefuddin mulai menghadiri berbagai agenda. Salah satunya, penutupan Wali Kota Samarinda Golf Open Tournament 2025 di Tanah Merah, Minggu (23/2). Ia juga telah memperkenalkan diri kepada pegawai Pemkot Samarinda dalam apel pagi rutin, Senin (24/2).

Namun, mantan Anggota DPRD Kaltim ini tampak hemat bicara dalam apel tersebut. Ia mengaku masih perlu menyesuaikan ritme kerja sebagai orang nomor dua di Samarinda.

“Seminggu ini saya ingin bersilaturahmi dulu dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) untuk membangun chemistry,” ujarnya dalam konferensi pers, Senin sore.

Terkait program 100 hari kerja, Saefuddin menegaskan bahwa programnya tidak jauh berbeda dengan visi yang diusung Wali Kota Andi Harun. Salah satu prioritas utama tetap pada pengendalian banjir dan pembenahan infrastruktur. “Itu program prioritas kami sejak kampanye,” katanya.

Pada periode sebelumnya, Pemkot Samarinda menghadapi kontraksi anggaran akibat pandemi Covid-19. Tahun ini, tantangan baru muncul dengan adanya kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.

Kendati demikian, Saefuddin memastikan bahwa program-program unggulan akan tetap berjalan, meskipun anggaran yang diterima Samarinda melalui dana insentif daerah mengalami pemangkasan. Salah satunya adalah Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya), yang dinilainya sangat bermanfaat bagi masyarakat karena berbasis usulan dari tingkat RT.

Saat ini, sejumlah OPD sedang membahas sinkronisasi program dengan kebijakan pemerintah pusat, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Harus dilihat lagi mana yang bisa diefisiensikan. Insyaallah setelah saya pulang dari retreat—karena saya akan mengikuti itu selama dua hari bersama Pak Wali—kami akan menyesuaikan,” pungkasnya. (hun/beb)

 

Editor : Indra Zakaria