BALIKPAPAN – Walaupun menang 3-0 atas Persiku Kudus, masalah masih mendera Persiba Balikpapan. Isu internal yang mencuat mengenai keterlambatan pembayaran gaji memaksa skuad Beruang Madu berjibaku dengan situasi sulit di luar lapangan.
Keterlambatan finansial tersebut disebut-sebut menyentuh seluruh elemen tim, mulai dari pemain, pelatih, hingga ofisial klub, menambah tekanan. Pelatih kepala Persiba, M Nasuha, memilih irit bicara saat dikonfirmasi mengenai persoalan finansial ini. Ia secara tegas menyatakan bahwa urusan pembayaran adalah ranah manajemen. Namun, ia menjamin bahwa komitmen profesional para pemainnya tetap utuh dan tidak terganggu.
“Kalau soal gaji silakan tanya langsung manajemen. Kami fokus kerja profesional untuk laga besok, all out,” ujar Nasuha, menekankan bahwa di tengah krisis, mental tanding harus tetap diutamakan.
Masalah finansial bukan satu-satunya ganjalan yang harus dihadapi tim. Kualitas dan lokasi tempat latihan juga menjadi kendala serius. Sejak lapangan di kompleks Stadion Batakan menjalani renovasi, skuad Persiba terpaksa beralih ke lapangan mini soccer berumput sintetis.
Kondisi lapangan latihan yang jauh dari standar ideal sebuah klub profesional ini tentu dapat memengaruhi persiapan teknis dan fisik tim menjelang pertandingan penting. Untung saja, profesionalisme pemain dibuktikan dengan kemenangan telak 3-0 atas Persiku Kudus, Ahad 26 Oktober. (*)
Editor : Indra Zakaria