Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kapal Batu Bara Tenggelam di Muara Pantauan, Pencarian 8 ABK Dihadang Gelombang dan Sarang Buaya

Redaksi Prokal • 2025-10-30 09:42:31
Operasi pencarian korban.
Operasi pencarian korban.

BALIKPAPAN — Operasi pencarian delapan Anak Buah Kapal (ABK) KM Fadil Jaya 12 yang tenggelam di Perairan Muara Pantauan sejak Minggu (26/10) pagi, menghadapi tantangan ekstrem. Selain cuaca buruk dan gelombang tinggi, lokasi pencarian diketahui merupakan habitat buaya liar yang sangat membahayakan tim penyelamat.

KM Fadil Jaya 12, kapal berwarna hijau yang mengangkut 60 ton batu bara, dilaporkan dihantam ombak tinggi sekitar pukul 06.30 WITA. Cuaca buruk menyebabkan kapal kehilangan keseimbangan, terbalik, dan karam, membuat seluruh awak terlempar ke laut.

Delapan ABK yang masih dinyatakan hilang termasuk nahkoda Adi (36), Resky Wawan (29), Ardi, Kiroh, Heri, serta tiga korban lain yang belum teridentifikasi.

Lokasi Pencarian Dikenal Sebagai Sarang Buaya

Tim gabungan dari Basarnas Balikpapan mulai diterjunkan pada Selasa (28/10) menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB). Mereka tiba di lokasi pada pukul 17.10 WITA dan langsung melakukan penyisiran.

Komandan SRU (Search and Rescue Unit), Aurelius Godja, menyebut kondisi lapangan sangat tidak ideal dan penuh risiko. Ia secara spesifik menyoroti ancaman dari predator di wilayah tersebut.

“Lokasi pencarian menjadi tantangan karena merupakan habitat buaya, ditambah cuaca berangin dan gelombang,” jelas Aurelius.

Ancaman keberadaan buaya ini menambah lapisan kesulitan bagi tim SAR dalam melakukan operasi penyelaman maupun penyisiran permukaan air, mengingat keselamatan personel menjadi prioritas utama.

Operasi sempat dihentikan sementara pada pukul 20.45 WITA karena cuaca buruk dan visibilitas rendah, kemudian dilanjutkan kembali pada Rabu (29/10) pukul 07.00 WITA.

Aurelius menambahkan, cuaca yang terus berubah dengan angin bertiup kencang sekitar 9 meter per detik dari barat daya dan gelombang setinggi 0,2 meter turut memperlambat upaya penemuan korban. Tim SAR gabungan dari KPP Balikpapan, Potensi 112 Kukar, dan keluarga korban terus berupaya maksimal dengan perangkat lengkap seperti Rescue Car, RBB, dan logistik medis. (rif/yud)

Editor : Indra Zakaria