Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Alami Cedera Serius dan 30 Jahitan, Marselino Ferdinan Pulang ke Surabaya untuk Pemulihan Empat Bulan

Redaksi Prokal • 2026-02-02 14:15:00
Marselino Ferdinan pulang ke Surabaya untuk jalani pemulihan. (AS Trencin)
Marselino Ferdinan pulang ke Surabaya untuk jalani pemulihan. (AS Trencin)

SURABAYA – Bintang muda sepak bola Indonesia, Marselino Ferdinan, mengejutkan publik dengan kepulangannya ke tanah air di tengah berlangsungnya musim kompetisi Eropa. Eks penggawa Persebaya Surabaya ini diketahui tengah berada di Surabaya untuk menjalani fase pemulihan setelah naik meja operasi akibat cedera hamstring parah yang dialaminya saat menjalani masa peminjaman di klub Slovakia, AS Trencin.

Marselino, yang saat ini berstatus sebagai pemain klub Inggris Oxford United, mendapatkan izin khusus dari manajemen klub untuk melakukan rehabilitasi di kampung halamannya selama dua pekan. Kepulangan ini sekaligus menjadi momen bagi Marselino untuk berkumpul bersama keluarga guna memulihkan kondisi mentalnya. Berdasarkan informasi medis yang diungkap melalui unggahan Hope Physiotherapy, kondisi fisik gelandang serang Timnas Indonesia ini cukup memprihatinkan dengan total 30 jahitan pascaoperasi.

Dalam sebuah sesi wawancara, Marselino menceritakan kronologi cederanya yang bermula saat ia memperkuat AS Trencin. Rasa sakit pada bagian hamstring mulai muncul saat melakoni sebuah pertandingan dan puncaknya terjadi ketika ia menjalani latihan dengan intensitas tinggi. Pemain yang akrab disapa Lino ini memperkirakan butuh waktu sekitar empat bulan untuk proses recovery total, yang artinya ia baru berpeluang kembali merumput secara kompetitif pada April mendatang.

Cedera panjang ini diakui Marselino menjadi ujian mental yang berat, terutama bagi pemain muda sepertinya yang memiliki ambisi besar. Ia merefleksikan pengalamannya tersebut sebagai pelajaran berharga tentang kedewasaan dalam mengenali batas kemampuan tubuh. Menurutnya, pemain muda sering kali terjebak pada ego dan ambisi tinggi sehingga cenderung memaksakan diri saat merasakan nyeri, yang justru berisiko memperparah kondisi.

Kini, Marselino memilih untuk lebih disiplin dalam menjalani setiap tahapan fisioterapi dan bertanggung jawab penuh terhadap kesehatan fisiknya. Ia mengimbau sesama rekan atlet agar tidak takut atau malu berkonsultasi dengan tim medis jika merasakan gangguan sekecil apa pun pada tubuh. Fokus utamanya saat ini adalah menyelesaikan rehabilitasi dengan sempurna agar dapat kembali meniti karier profesionalnya di Eropa dengan kondisi yang lebih kuat. (BP/red)

 

Editor : Indra Zakaria