Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Lokasi Sekolah Baru Belum Final

anggri-Radar Tarakan • Sabtu, 20 Juli 2019 - 17:25 WIB

ADANYA penambahan dua sekolah menengah pertama (SMP) pada 2019-2020, disambut baik oleh masyarakat Kota Tarakan. Pasalnya pendirian dua sekolah tersebut akhirnya dapat menampung ratusan siswa yang sempat tidak bisa melanjutkan sekolah di SMP negeri.

Meski demikian, pembentukan dua sekolah tersebut memang belum dibarengi dengan pembangunan gedung baru.

Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tarakan Wiranto mengungkapkan, saat ini dua sekolah tersebut telah resmi beroperasi. "Tahun ini Tarakan sudah membuka SMP 13 dan 14. SMP 13 ini diperuntukkan bagi mereka yang tinggal di Selumit Pantai, Lingkas Ujung. Itu sementara kami tempatkan di SD 023 Jembatan Besi. Kenapa di sana, karena di SD 023 tidak memiliki shift belajar," ungkapnya, kemarin (19/7).

Sementara SMP 14, diperuntukkan bagi masyarakat yang tinggal di daerah Karang Anyar, Karang Anyar Pantai, dengan menumpang di SDN 041 Pasir Putih. Jadi sekolah ini mulai Senin (15/7) sudah melakukan daftar ulang. Selasa hingga Kamis masa orientasi siswa (MOS). Untuk SMP 13 tiga kelas dan SMP 14 dua kelas.

Saat ini pihaknya masih mengupayakan pencarian lahan bagi kedua SMP tersebut. Wiranto menerangkan survei masih berjalan. "Sebenarnya kami sudah melirik beberapa lokasi, cuma sebenarnya ini masih rencana pengajuan dan sifatnya belum pasti. Titik yang kami lirik itu seperti di belakang Gusher ada lahan besar yang digunakan untuk parker. Kemudian di Jalan Bhayangkara Pasir Putih itu, di depan SDN 041. Tapi ini masih wacana artinya masih perlu koordinasi dengan Pemkot apakah lahan itu bisa diberikan atau tidak," tuturnya.

Lahan yang dimaksud pun masih akan diperjelas statusnya, apakah lahan Pemkot atau milik warga. Walau begitu, lokasi yang dimaksud akan diajukan sebagian bagian dari rencana pembangunan sekolah baru.

"Saat ini masih dikaji, maunya secepatnya. Kalau misalnya pengajuan disetujui dan ada anggarannya, tahun ini kami sudah bisa mulai membangun. Tapi kalau belum ada. Kami harus menunggu, yang jelas kami akan mengajukan lokasinya tahun ini," terangnya.

Mengenai perkembangan pembangunan gedung SMP 11 yang saat ini masih menumpang pada gedung SMP 10, masih berproses.

"Untuk lokasi SMP 11, itu sebenarnya sudah ada lahannya. Cuma masalahnya lahannya ini belum siap didirikan bangunan. Karena, lokasinya berada di lereng bukit yang sering longsor di Tanjung Pasir. Jadi kami lebih mempertimbangkan kenyamanan dan keselamatan siswa dan guru. Tapi kalau misalnya ada lahan lain yang bisa dibebaskan di sekitar tempat itu, kami siap menindaklanjuti," tukasnya.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tarakan Boni Ponto menerangkan, aktivitas sekolah telah berjalan beriringan dengan rekrutmen tenaga pengajar. Meski demikian, perekrutan tersebut hanya dilakukan secara internal saja.

"Saat ini sambil berjalan, kami sudah menyampaikan kepada tenaga pengajar, kalau ada kenalan atau keluarga yang berlatar pendidikan yang kami butuhkan, bisa menyampaikan kepada ini. Tapi kami tidak mengumumkannya secara umum, hanya internal saja," urainya. (*/zac/lim)

 

 

Editor : anggri-Radar Tarakan