TARAKAN - Rencana Transmart berinvestasi di Kota Tarakan, sepertinya akan berjalan mulus. Pembangunannya direncanakan di Jalan Mulawarman, yang merupakan daerah strategis rekomendasi Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan.
Keyakinan Wali Kota Tarakan dr. Khairul, M.Kes, itu muncul setelah mengikuti kegiatan rutin tahunan Kementerian Agraria Tata Ruang dan Badan Petanahan Nasional pada 24 September lalu.
Menurutnya, permasalahan lahan merupakan hal penting, dalam menentukan arah pertimbangan investor. Sebab itu, ini akan menjadi sebuah hal yang perlu dipikirkan bersama.
Lahan di Jalan Mulawarman, ungkap dia, kebanyakan merupakan milik swasta. Namun ada pula milik Pemkot seperti penempatan lokasi kantor, termasuk lahan yang sedang disewa oleh STB yang merupakan milik pemerintah.
“Sebenarnya kalau lahan di sekitar situ cukup luas, tapi yang memenuhi standar itu DPUTR (Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Tarakan). Tapi ini hanya opsi yang kami berikan, dalam konteks mempercepat pembangunan Transmart jika ingin berinvestasi di Tarakan,” jelasnya, kemarin (24/9).
Kendati demikian, Khairul menyatakan bahwa pihaknya memberikan kesempatan jika Transmart ingin memilih lokasi lain. Beber Khairul, Transmart cenderung lebih menyukai Jalan Mulawarman.
“Mengenai titik-titiknya, saya serahkan kepada Transmart. Intinya kami (Pemkot) terus mendukung setiap investasi di Tarakan,” ujarnya.
Berdasarkan komunikasi bersama pihak Transmart, dikatakan Khairul pembangunan Transmart akan dilakukan semester pertama tahun 2020. Namun ada beberapa tahapan yang akan dilakukan pihaknya termasuk survei penentuan titik lokasi.
Usai penentuan lokasi, akan dilakukan kunjungan langsung oleh pihak Transmart. Sebab menurut pandangan investor, Tarakan merupakan daerah hijau untuk berinvestasi.
“Hasil survei mereka, Tarakan termasuk daerah hijau berinvestasi. Harapan kami, invetasi apa pun dapat menyerap tenaga kerja, sehingga bisa mengurangi pengangguran dan kemiskinan di Tarakan,” harapnya.
Khairul menambahkan, hal-hal yang dibahas dalam pertemuan Kementerian ATR/BPN menjadi sangat penting, dalam menyikapi permasalahan agraria selama ini. Berbagai persoalan terjadi di lapangan, misalnya soal sengketa lahan. Untuk itu pihaknya berharap agar pelayanan pertanahan semakin baik.
“Saya lihat upaya dari badan agraria dan Badan Pertanahan Nasional, untuk melakukan reformasi di tubuhnya itu kan semakin cepat, salah satunya PTSL. Ini adalah upaya pemerintah untuk memberikan pengakuan kepada masyarakat terhadap lahan yang digarap dan dikuasai selama ini,” ucapnya.
Sementara Vice President Communication PT Trans Retail Indonesia (Transmart) Satria Hamid mengatakan, kehadiran Transmart akan mengangkat perekonomian daerah. Ia mengurai peningkatan itu dimulai dari penyerapan tenaga kerja.
“Transmart akan menyerap tenaga kerja secara padat karya, sekira 800-1000 orang. Bukan orang Jakarta, tapi orang sini. Biasanya 4 bulan sebelumnya, kami dari jajaran direksi menginisiasi semua putra daerah. Nantinya kami menjamin akan ada alih teklonogi (alih pengetahuan) hingga putra daerah yang disiapkan menjadi pemimpin Transmart masa depan,” ujarnya dalam kegiatan Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Kaltara, Minggu (22/9) malam.
Per hari ini, toko Transmart seluruh Indonesia, 130. Menurut Satria, apa yang dilakukan Transmart berbeda jauh dengan yang dilakukan sejumlah retail lainnya yang tak menambah toko. “Transmart memiliki komitmen merah putih, harus terus berkembang. Harus terus ada di seluruh Indonesia. Mudah-mudahan bisa dibangun semester I 2020. Tim kami sudah survei ke sini, 2 tahun lalu. Tarakan sangat hijau bagi kami. Conform area hijau. Mohon dukungan dari semua. Memang warga Tarakan ingin membeli produk, sarana hiburan. Mudah-mudahan kami bisa menerjemahkan keinginan bapak ibu semua,” pintanya.
Selain itu, Transmart akan menyerap produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) unggulan daerah. Kata Satria, hal tersebut merupakan pesan dari Khairul Tandjung.
“Kami akan mengecek, ada perpres tentang retail, mengenai pasar tradisional, toko modern dan lainnya. Pun meninjau regulasi lainnya. Mari kita wujudkan smart city. Pemanfaatan nilai ekonomisnya. Tidak hanya bermanfaat belanja, teman-teman UMKM bisa menjadi mitra B to B (kerja sama usaha) bersama kami. Ini juga komitmen kami bagaimana bisa menumbuhkembangkan UMKM di toko kami. Produk di sini sudah masuk, kemungkinan bisa penetrasi ke seluruh toko kami se-Indonesia,” tambahnya.
Soal tenaga kerja lokal, harapan Transmart merupakan alumnus terbaik dari Kaltara. Ke depan rekrutmennya dilakukan transparan, dan sesuai standar kualifikasi sehingga menciptakan insan retail di masa depan.
“Kita seleksi satu per satu produk UMKM, kita nilai produknya. Di satu buah toko Transmart ada berapa produk, banyak. Range-nya ada 80.000 produk SKU, stock keeping unit, rerata yang terserap di kita melalui seleksi itu, bisa 2.000-3.000, unggulan asli daerah. Ini potensi pasar yang bisa dimasuki. Ada tim merchandise. Jangan marah kalau nanti dinilai, kurangnya apa. Ini menjadi bahan bagi dinas, Pemkot untuk melakukan perbaikan yang tepat. Misalnya enak, tapi belum ada izin edar, UMKM cukup PIRT, kemasannya dan hal lainnya,” terang Satria.
Nantinya dalam pembangunannya, Transmart menggunakan konsep 4 in 1, di dalamnya ada kegiatan berbelanja, bersantap, bermain dan menonton. “Ada Theme Park, Mini Trans Studio, restoran dan kafe yang memadukan antara jaringan nasional dan kearifan lokal serta bioskop,” ucapnya.
Terkait di mana letak Transmart nanti, dirinya belum bisa merincikan karena masih menunggu hasil kajian yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Untuk membangun sebuah pusat retail setidaknya membutuhkan lahan seluas 7 ribu meter persegi.
Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Kaltara, Hendik Sudaryanto mengatakan, sebagai upaya mendorong perekonomian daerah, BI berusaha menfasilitasi menarik investor untuk berinvestasi di Kaltara. Transmart menjadi salah satu investor yang tertarik.
“Adanya industri hiburan ini memiliki dampak langsung pertumbuhan ekonomi saat ini, minimal bisa tambah 1,8 persen dari pertumbuhan ekonomi Kaltara saat ini mencapai 7,5 persen. Selain itu dampaknya juga ada pada penyerapan tenaga kerja dan jangkauan pemasaran produk UMKM lebih luas, bila sesuai dengan standar yang ditentukan,” tuturnya.
Selain itu, hadirnya Transmart di Tarakan juga bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat dari daerah lain datang ke Tarakan, bahkan dirinya menilai negara tetangga juga akan tertarik untuk datang ke Tarakan. “Tinggal teman-teman dari Transmart dan komitmen dari Pemkot Tarakan saja agar bagaimana rencana pembangunan bisa terealisasi dengan cepat,” ujarnya. (shy/lim)
Editor : anggri-Radar Tarakan