Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Mayat Terbungkus Karung Ditemukan di Pantai Batulamampu

anggri-Radar Tarakan • Kamis, 30 Juli 2020 - 18:02 WIB
PENEMUAN MAYAT: Sesosok mayat laki-laki ditemukan di Pantai Batulamampu, Desa Tanjung Karang, Sebatik, sekira pukul 17.30 wita, Selasa (28/7)./POLRES UNTUK RADAR NUNUKAN
PENEMUAN MAYAT: Sesosok mayat laki-laki ditemukan di Pantai Batulamampu, Desa Tanjung Karang, Sebatik, sekira pukul 17.30 wita, Selasa (28/7)./POLRES UNTUK RADAR NUNUKAN

NUNUKAN – Motif dan identitas penemuan mayat di Pantai Batulamampu, Desa Tanjung Karang, Sebatik, sekira pukul 17.30 wita, Selasa (28/7) mulai diungkap polisi. Apalagi Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Nunukan sudah mengamankan 3 orang diduga pelaku dalam kasus tersebut.

Dugaan awal terkait masalah jual beli narkoba memang terungkap setelah polisi melakukan penyelidikan. Bahkan ada 6 orang yang diduga terlibat dalam dugaan kasus penganiayaan hingga mengakibatkan hilangnya nyawa korban diduga bernama M. Supiandi tersebut.

Kepala Satreskrim Polres Nunukan, AKP M. Setiaji mengatakan, pihaknya memang sudah mengamankan 3 orang diduga pelaku atas insiden penganiyaan tersebut. Tempat Kejadian Perkata (TKP) penganiayaan korban, dilakukan di salah satu rumah sewa di Desa Sungai Taiwan, Sebatik yang ditempati salah satu pelaku yang sudah diamankan.

“Dari keterangan yang kita dapatkan, memang korban dianiaya sampai hilang nyawanya di TKP rumah petak yang disewa salah satu diduga pelaku. Kemudian soal motifnya, diduga soal permasalahan jual beli narkoba,” ujar Setiaji meneruskan perintah Kapolres Nunukan, AKBP Syaiful Anwar, saat dikonfirmasi, Rabu (29/7).

Dari hasil penyelidikan, terungkap juga setidaknya ada 6 orang yang terlibat dalam dugaan kasus penganiayaan tersebut. Tiga pelaku yang sudah diamankan berinisial HM, SD dan NM. Sementara 3 orang lainnya yang masih dalam pengejaran personel Satreskrim Polres Nunukan masing-masing berinisial RZ, KM dan UL. “Soal dugaan korban ini diikat dan dimasukan dalam karung kemudian dibuang ke laut, kita belum bisa jelaskan sampai ke sana. Itu akan menyusul, kita jelaskan setelah terungkap semua pelaku,” tambah Setiaji.

Personel Satreskrim sendiri telah menemukan orang tua korban. Korban memang diketahui bernama M. Supiandi. Korban diketahui bekerja sebagai motoris salah satu speedboat di Sebatik. Korban merupakan warga Desa Sei Limau, Sebatik Tengah.  “Penuturan orang tuanya, beberapa hari terakhir memang korban tidak pernah terlihat di rumah. Kalau identitas pasti korban, belum kita dapatkan secara detail, karena tidak ada TKP yang kita temukan saat itu pada korban. Orang tuanya juga belum banyak kita mintai keterangan, kita masih fokus kejar 3 pelaku lainnya dulu,” beber Setiaji.

Terpisah, Kadir, warga Sungai Manurung Sebatik, yang merupakan saksi mata di TKP saat penemuan mayat mengatakan, mayat awalnya ditemukan oleh warga yang tinggal tidak jauh dari Pantai Batulamampu, Sebatik. Sebelum menemukan mayat tersebut, warga sekitar memang sedang melakukan aktivitas mengambil minyak bumi di seputaran Pantai Batulamampu. Namun, salah seorang melihat ada seekor anjing yang mengaung didekat karung seraya menarik-narik karung tersebut.

“Karena penasaran, warga mendekatinya, dia mencium seperti bau tidak sedap dan melihat seperti ada kaki yang keluar dari karung tersebut. Akhirnya dilaporkanlah ke pihak RT dan diteruskan ke pihak kepolisian,” ungkap Kadir.

Setelah dilaporkan ke polisi, saat itulah Kadir diminta bantuannya menemani polisi ke TKP memeriksa karung tersebut. Kadir yang kebetulan berada di kantor polisi pun menemani polisi hingga ke TKP. Setelah itu, ia bersama polisi langsung memeriksa apakah di dalam karung tersebut benar ada mayat atau tidak sesuai laporan. Setelah diperiksa, ternyata memang terlihat kaki manusia yang sudah keluar sedikit dari karung tersebut. “Karena kebetulan kita membawa alat pemotong, akhirnya kita buka karungnya. Setelah dibuka karungnya, ternyata benar ada jasad manusia. Akhirnya dibuka pihak kepolisian kemudian dievakuasi ke rumah sakit terdekat,” jelas Kadir. (raw/fly)

 

 

 

Editor : anggri-Radar Tarakan