TANJUNG SELOR - 'Meroketnya' harga minyak goreng yang menjadi salah satu kebutuhan masyarakat pun disikapi pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bulungan.
Pasalnya, menurut wakil rakyat tersebut terkait 'meroketnya' harga yang juga secara nasional ini otomatis menjadi keluhan masyarakat sendiri. Oleh karenanya, perlu menjadi suatu perhatian serius ke depannya. Hal ini diungkapkan langsung oleh Ketua DPRD Bulungan, Kilat di dalam wawancara Radar Kaltara, Jumat (12/11).
Politisi Partai Gerindra ini pun bahkan mengaku pernah secara langsung mendengar keluhan yang datang dari masyarakat perihal 'meroketnya' harga minyak goreng. Dan itu wajar lantaran kenaikan harga tersebut cukup signifikan.
"Meski ini memang terjadi secara nasional. Tapi, tetap ke depan patut untuk disikapi soal naiknya harga minyak goreng ini," kata wakil rakyat yang ramah dan murah senyum ini.
Lebih lanjutnya, alasan pihaknya menyampaikan suatu sikap tentang naiknya harga minyak goreng. Tak lain, karena di masyarakat ini sudah menjadi salah satu kebutuhan pokok. Artinya, jika harga ini tetap tidak ada penurunan, maka ini akan berdampak pada kebutuhan sehari - hari lainnya.
"Pemerintah di sini bisa menekan bagaimana harga tidak terjadi kenaikan," ujarnya.
Termasuk, tambahnya, dari segi pendistribusian minyak goreng ini. Yang mana, pengawasan patut dilakukan secara terus-menerus. Karena bisa saja ke depan harga turun tetapi daerah ini tidak demikian.
"Pola pendistribusian ini patut menjadi perhatian juga. Tapi, kami berharap naiknya harga ini tidak lama," harapnya.
Di sisi lain, 'meroketnya' harga karena adanya dugaan penimbunan. Hal ini pun bisa saja terjadi. Meski, memang sampai sejauh ini pihaknya sendiri belum mengetahui secara pasti apa penyebabnya.
"Ya, tapi mudah-mudahan ini tidak demikian. Pemerintah dapat segera mencari solusi terbaiknya," harapnya.
Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan, Disperindagkop-UMKM Bulungan, Hj. Murtina mengatakan, terkait naiknya minyak goreng ini diakuinya pihaknya tak dapat berbuat banyak. Mengingat, ini berlaku secara nasional. Hanya, untuk komunikasi dengan pihak distributor nanti akan dilakukannya.
"Mudah-mudahan nanti ada sebuah solusi. Jelasnya komunikasi ke distributor akan kami jalin dahulu," ungkapnya.
Lanjutnya, naiknya harga minyak goreng ini memang wajar dikeluhkan masyarakat. Tak hanya masyarakat selaku konsumen, pedagang sendiri pun demikian.
"Ya, ini karena berdampak pada omzet mereka yang menurun. Yang jelas, langkah awal kami seperti wacana- wacana sebelumnya mengajak komunikasi ke distributor," tukasnya. (dni/har)
Editor : anggri-Radar Tarakan