TARAKAN - Meski masih merayakan Natal di tengah pandemi Covid-19, namun diharapkan tidak mengurangi makna Natal bagi seluruh umat kristiani. Di tahun ini, Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) membuat tema Natal nasional yaitu 'Cinta Kasih Kristus yang Menggerakkan Persaudaraan'.
Ketua PGI Kota Tarakan, Pdt Tedy Imanuel Silalahi mengatakan, dari tema nasional Natal 2021 mengandung beberapa pesan bagi umat Kristiani yang merayakan hari kelahiran Yesus Kristus. Apalagi tema Natal dikutip dari ayat Alkitab 1 Petrus 1:22 yang berbunyi “Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.”
"Jadi melalui tema Natal ini berpesan bahwa kasih itu menggerakkan persaudaraan. Jadi kasih itu agen perubahan dan memberikan kita motivasi untuk menjalani persaudaraan," katanya.
Dilanjutkan Tedy, semua umat manusia sangat susah untuk mengasihi dan menjalani persaudaraan sesama manusia dengan tulus dan ikhlas. Namun dengan kasih Yesus Kristus-lah yang bisa membuat semua manusia bisa menjalani persaudaraan dengan tulus. Apalagi teladan yang diberikan Yesus Kristus yaitu mengasihi semua umat manusia meski masih berdosa. "Kasih kristus-lah yang menggerakkan kita mengasihi dengan tulus," imbuhnya.
Kemudian pandemi Covid-19 membuat kehidupan manusia sangat susah, baik dari sisi kesehatan dan ekonomi. Melalui perayaan Natal di tengah kesusahan inilah umat Kristiani dituntut untuk bisa hadir di tengah masyarakat yang susah untuk menunjukkan kasih Yesus Kristus. "Apa yang ada pada kita bisa kita salurkan. Jadi kita membantu saudara kita yang terdampak Covid-19 ini, bahkan kita hadir di tengah bencana yang hadir," bebernya.
Kemudian di momen hari Natal inilah umat Kristiani harus lebih menunjukkan dan menggerakkan rasa persaudaraan dengan semua umat manusia yang ada di bumi. Apalagi hal tersebut sudah sangat sesuai dengan ajaran Yesus Kristus.
"Yesus itu datang ketika kita masih berdosa dan kasihnya itulah yang datang menyelamatkan kita. Jadi kasih yang tulus dan ikhlas itu tidak melihat lagi siapa dia, apa agamanya dan apa sukanya, bagaimana tingkah lakunya. Jadi hanya kasih yang mengalahkan kejahatan," jelasnya. (zar/ash)
Editor : anggri-Radar Tarakan