TANJUNG SELOR – Badan Pusat Statistik (BPS) memotret kepuasan penduduk Kalimantan Utara (Kaltara) yang tinggi pada indikator tingkat keamanan, termasuk yang dilaksanakan selama ini oleh Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara. Hal itu tercermin dalam survei BPS dengan tingkat kepuasan mencapai 84,14. “Capaian ini menyumbang subdimensi kepuasan hidup sosial (nilai 83,06) serta berpengaruh pada indeks kebahagiaan penduduk Kaltara yang mencapai 76,33,” ujar Kepala BPS Kaltara, Tina Wahyu Fitri, Minggu (9/1).
Seperti diketahui indeks kebahagiaan tahun 2021, Kaltara berada pada peringkat dua nasional dengan skor 76,33 poin. Capaian ini di bawah Maluku Utara yang skor indeks kebahagiaannya 76,34 poin.
Jika dibandingkan dengan tahun 2017, capaian indeks kebahagiaan Kaltara tahun ini mengalami peningkatan. Tahun 2017 lalu, Kaltara berada pada peringkat lima dengan skor 73,33 poin. Penilaian untuk penetapan kebahagiaan ini terbagi atas tiga, yang pertama dimensi kepuasan hidup dengan skor 79,75, kemudian dimensi perasaan dengan skor 71,68, serta dimensi makna hidup dengan skor 77,1.
Sementara, indikator penyusun indeks kebahagiaan, di antaranya penerimaan diri, tujuan hidup, hubungan positif dengan orang lain, pengembangan diri, penguasaan lingkungan, serta kemandirian dan perasaan tidak tertekan.
PELAYANAN POLDA
Menginjak usia ke-4 tahun ini, tepatnya yang jatuh pada 9 Januari 2021, Polda Kaltara memastikan perihal peningkatan pelayanan terhadap masyarakat di wilayah hukum (wilkum)-nya. Salah satunya adalah peningkatan pelayanan masyarakat menghadapi bencana alam yang terjadi selama sepekan terakhir ini.
Kapolda Kaltara, Irjen Pol Bambang Kristiyono menyampaikan, Polda Kaltara dipastikan hadir di tengah masyarakat. Operasi Aman Nusa II pun dilakukan sebagai bentuk pendekatan pelayanan kepolisian ke masyarakat. Sehingga saat wilayah ini terdampak bencana alam seperti banjir. Polisi sudah ada dan ambil bagian di dalam membantu masyarakat. “Di samping ini memang sudah menjadi tanggung jawab di kepolisian. Yaitu untuk terus hadir di tengah masyarakat guna membantu mereka saat dilanda musibah apa pun itu,” kata Kapolda kepada pewarta baru-baru ini.
Lanjut dikatakan Kapolda, hadirnya kepolisian yang seirama dengan aparat lainnya seperti TNI merupakan wujud suatu pengabdian. Oleh karenanya, beberapa wilayah di provinsi termuda di Indonesia ini terdampak musibah bencana alam, maka Polri ataupun TNI hadir dan terdepan guna memberikan pertolongan awal atau evakuasi ke masyarakat.
“Di kepolisian tentu saat ada wilayah terdampak seperti bencana alam, maka saat itu aparat kepolisian terdekat segera melaksanakan kegiatan kepolisian. Yaitu patroli untuk memastikan lokasi terdampak ataupun memberikan pertolongan kepada warga terdampak musibah secara langsung,” tuturnya.
Musibah bencana alam banjir yang terjadi ini memang menjadi suatu perhatiannya. Pasalnya, wilayah seperti di Nunukan dan Malinau dan sekitarnya terdampak. Namun, dipastikan di wilayah terdampak tersebut, aparat kepolisian bersama TNI sudah hadir dan melakukan kegiatan kemanusian. “Minimal tindakan pertama terjadi saat bencana. Yaitu bagaimana fokusnya adalah menyelamatkan manusianya terlebih dahulu. Lalu, setelahnya baru harta bendanya, tetapi ini melihat situasi dan kondisi di lapangan perihal harta benda,” ucapnya.
Namun, di sisi lain, Kapolda tak menampik soal keterbatasan personel kepolisian khususnya di lapangan. Hanya, dipastikan di lapangan personel kepolisian itu diminta tetap optimal. Maksudnya adalah, apabila ada kejadian dan mereka tak mampu menanganinya dapat segera menyampaikan ke satuan atasnya secara berjenjang. Sehingga proses evakuasi di lapangan nantinya terhadap masyarakat terdampak dapat segera dilakukan.
“Dengan kekuatan yang sedikit dari personel ini. Maka, upaya lainnya adalah dengan segera menginformasikan ke satuan atasan secara berjenjang dapat menjadi solusi. Dan ini seperti yang sudah dilakukan sejauh ini,” jelasnya.
Upaya penanganan terhadap musibah bencana alam ini perlu semua bersinergi. Polda Kaltara pun memastikan siap bersinergi dan ambil bagian di dalamnya. Apalagi, kondisi cuaca yang diprediksi ke depan masih potensi terjadinya cuaca ekstrem. Maka, perlu adanya sinergitas penanganannya. “Mudah-mudahan dengan hadirnya kepolisian dapat meminimalisir terjadinya suatu hal yang tak diinginkan,” tutupnya. (dni/eza/lim)
Editor : anggri-Radar Tarakan