Semakin memburuknya kondisi Jalan Gunung Selatan, menimbulkan risiko besar bagi masyarakat yang melintas. Pasalnya kerusakan jalan di Gunung Selatan tidak hanya terdapat lubang-lubang besar,namun juga terdapat bagian jalan yang runtuh akibat longsor yang memakan setengah dari lebar jalan. Sehingga hal tersebut bisa saja membuat kendaraan yang melintas terperosok ke jurang.
Selain itu, dari pantauan Radar Tarakan sejak memasuki gerbang hutan lindung hingga ke luar kawasan Jalan Gunung Selatan sedikitnya terdapat 30 lubang baik berukuran besar dan kecil. Sehingga banyaknya Jalan membuat warga prihatin dan menutup beberapa lubang dengan bekas material bangunan untuk meminimalisir kecelakaan.
Belum lagi Jalan Gunung Selatan juga terdapat adanya pergeseran tanah di jalan tersebut yang membuat adanya potensi longsor dan keretakan jalan di beberapa titik. Saat dikonfirmasi, Wakil Ketua DPRD Kaltara, Andi Hamzah mengakui jika pihaknya menyadari kondisi tersebut. Sehingga ia membeberkan saat ini upaya perbaikan Jalan Gunung Selatan telah memasuki tahap lelang.
“Sekarang ini sedang dalam tahap administrasi lelang (tender). Jadi ini (Jalan Gunung Selatan) memang menjadi prioritas kami karena semua orang pada tahulah yah kondisi jalannya seperti apa. Alhamdulillah Pemprov Kaltara juga sudah merespons sehingga saat ini prosesnya sedang berjalan,” ujarnya.
“Jadi memang perbaikan Jalan Gunung Selatan ini menjadi pembahasan kami juga di DPRD. Terkait waktu ini kan tahun anggaran 2023 ini kan sisa kurang lebih 2 bulan lagi. Alhamdulillah administrasi sudah on progres, artinya begitu sudah muncul pemenang tender langsung dieksekusi (dikerjakan),” ujarnya, Jumat (13/10).
“Ketika pemenang lelang tender ini ditetapkan, kami berharap pengerjaan jalannya dapat dibuat semaksimal mungkin. Supaya jalan ini dapat digunakan maksimal, kita juga kejar waktu targetnya akhir tahun sudah selesai. Insyaallahselambat-lambatnya jalan ini dikerjakan bulan Desember,” sambungnya.
Saat disinggung menyoal anggaran yang diusulkan, ia menegaskan pihaknya menyerahkan proses itu kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara. Mengingat pihaknya hanya berupaya mendesak dilakukannya perbaikan dan tidak masuk ke ranah teknis.
“Sebenarnya kalau untuk alokasi anggaran itu kan ada di Pemprov kami hanya men-support dan berupaya agar perbaikan diprioritaskan tahun ini. Nominalnya saya kurang update tentu OPD yang menghitung dan menentukan besaran anggarannya. Kalau itu bisa ditanyakan di DPUPR Kaltara,” jelasnya.
“Sebelumnya sudah dilakukan pengukuran, memang perbaikan Jalan Gunung Selatan ini agak berbeda karena geografisnya tidak sama dengan titik jalan pada umumnya karena jalannya ini kan gunung dan terdapat jurang. Sehingga dalam prosesnya mungkin membutuhkan analisis lebih dalam mungkin itu yang menyebabkan sebelumnya terkendala,” pungkasnya. (zac/lim)