TARAKAN – Kasus video penganiayaan seorang anak perempuan yang viral di media sosial, beberapa hari lalu, dipastikan pihak kepolisian benar terjadi di Tarakan.
Bahkan, pelaku penganiayaan yang juga seorang perempuan, telah dijemput pihak kepolisian untuk dimintai keterangan, kemarin (15/5). “Kami sudah lakukan penyelidikan,” ungkap Kasat Reskrim Polres Tarakan AKP Ganda Swastika yang mewakili Kapolres Kapolres AKBP Yudhistira Midyawan.
Hasil pemeriksaan sementara, kata dia, pelaku merupakan seorang siswi salah satu SMP di Tarakan. Pelaku, lanjutnya, mengaku dan telah menyesali perbuatannya. Ganda juga mengatakan, pelaku kenal dengan korban. Penganiayaan itu terjadi diduga ada persoalan pribadi.
“Ada permasalahan pribadi yang kita tidak bisa sebutkan,” ujarnya.
Sementara ini, pihaknya baru meminta keterangan dari pelaku. Sedangkan korban, sampai kemarin belum dipanggil karena pihaknya minim informasi tentang identitas dan alamatnya. Yang ia tahu, korban merupakan anak putus sekolah.
Itu diketahui dari petunjuk yang dikembangkan polisi dengan mengorek keterangan dari guru SMP tempat korban mengenyam pendidikan sebelumnya.
Ganda juga mengatakan, akan memanggil dan meminta keterangan dari pihak yang merekam kejadian itu, karena dianggap mengetahui. Namun dari keterangan pelaku, dirinya tidak mengetahui aksinya direkam temannya. Pelaku baru tahu setelah video tersebut viral melalui grup WhatsApp dan Facebook.
Menurut Ganda, karena usia pelaku dan korban diperkirakan masih di bawah umur, pihaknya mengutaman mediasi dalam penyelesaian kasus ini. “Karena memang kewajiban dari polisi ini untuk melakukan mediasi terhadap pelaku dengan korban, karena masih di bawah umur,” ujarnya.
Diwartakan sebelumnya, dalam video penganiayaan berdurasi 30 detik, itu terlihat perempuan berbaju oranye melayangkan tamparan ke pipi kiri korban. Tak berselang lama, korban ditendang. Pelaku kembali melanjutkan aksinya dengan memukul dan menendang berkali-kali.
Kejadian itu pun menjadi perhatian dari Wali Kota Tarakan Khairul. Menurutnya, kejadian itu perlu menjadi perhatian semua pihak, terutama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam rangka membentuk karakter anak bangsa.
"Memang kita juga harus melihat akar masalah. Karena kadang-kadang karakter anak didik ini bisa dipengaruhi oleh lingkungan, baik lingkungan rumah maupun lingkungan sekolah," ujar Khairul kepada awak media, Senin (13/5).
Khairul meminta kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tarakan untuk mencari tahu kebenaran video tersebut dan melakukan investigasi apabila terjadi di Tarakan.
Namun, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tarakan, Wiranto yang dikonfirmasi, kemarin, masih enggan memberi keterangan kepada awak media. (mrs/fen)
Editor : uki-Berau Post