Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Perpanjang Runway Bandara Ini Terkendala Lahan

izak-Indra Zakaria • Sabtu, 20 Juli 2019 - 23:41 WIB

TANJUNG SELOR - Pengembangan Bandara Tanjung Harapan, Tanjung Selor sejatinya terus berproses. Namun, sejak 2018, perpanjangan runway tidak bisa dilakukan karena pembebasan lahan belum selesai.  

Kepala Elektronika Otoritas Bandara Tanjung Harapan, Yuyun Rivan mengatakan, perpanjangan runway Bandara Tanjung Harapan tidak dianggarkan tahun ini, sehingga tidak bisa dilanjutkan. “Pengembangan Bandara Tanjung Harapan stagnan. Perpanjangan runway sejak 2018 hingga sekarang belum dilakukan. Informasinya akan dilakukan pada 2020 mendatang,” ungkapnya (19/7).

Dikatakannya, tahun 2020 mendatang Pemerintah Pusat mengalokasikan anggaran sebesar Rp 36 miliar. Anggaran tersebut dialokasikan untuk beberapa pembangunan, seperti perpanjangan runway, drainase dan pemasangan pagar. Sementara untuk tahun ini, menurutnya fokus pada pembebasan lahan di luar pagar bandara.

“Kalau tahun ini pembebasan tuntas, maka 2020 perpanjangan runway akan dilakukan. Kami sudah bersurat ke Pemprov Kaltara. Pemprov Kaltara juga telah menyatakan siap,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Bidang Perhubungan Udara dan Perkeretaapian, Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara Andi Nasuha mengatakan, rencana perpanjangan runway Bandara Tanjung Harapan hingga saat ini terus berproses. Pemprov Kaltara bersama Pemkab Bulungan dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) mengenai kewenangan pengembangan Bandara Tanjung Harapan.

“Jadi pembangunan itu kewenangannya tiga pemerintahan. Pemprov Kaltara, Pemkab Bulungan dan Kementerian Perhubungan. Karena anggarannya bukan hanya kita, tapi Pemerintah Pusat juga. Ini sharing anggaran,” jelasnya.

Meskipun dilakukan sharing dana, kata dia kemungkinan besar pengembangan Bandara Tanjung Harapan akan didanai melalui anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Karena jika menggunakan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) sangat sulit terealisasi.

“Kalau berdasarkan usulan anggaran oleh Satuan Kerja (Satker) kurang lebih Rp 200 miliar. Pengembangan bandara itu baru akan dimulai pada 2020. Tahun ini tidak dimungkinkan lagi untuk menggeser atau mengubah anggaran, sebab tahun anggaran sudah berjalan,” terangnya.

Disebutkannya, runway Bandara Tanjung Harapan akan diperpanjang ke arah Hutan Kota sepanjang 150 meter dan ke arah Gunung Seriang sepanjang 250 meter. (*/fai/har)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Seputar Kaltara