TARAKAN – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalimantan Utara baru akan merilis pertumbuhan ekonomi Bumi Benuanta sepanjang 2019 ini pada 5 Februari 2020.
Kepala BI Perwakilan Kalimantan Utara, Hendik Sudariyanto, memprediksi tren pertumbuhan ekonomi Kaltara tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu. Di mana pada triwulan pertama tumbuh 7,18 persen, triwulan dua tumbuh 7,89 persen, dan triwulan tiga tumbuh sekitar 6 persen lebih. hingga triwulan ketiga, pertumbuhan ekonomi Kaltara mencapai 7,19 persen. Sementara tahun lalu hanya mencapai 6 persen.
“Artinya sudah di atas tujuh persen. Tinggal kita menunggu di triwulan empat pertumbuhannya sejauh mana. Melihat pola perkembangan di Kaltara ini, di triwulan empat itu biasanya menunjukkan peningkatan. Kita perkirakan di Kaltara ini berkisar 7 persen ke atas,” ujar Hendik Sudariyanto kepada Rakyat Kaltara, di ruang kerjanya, Senin (30/12).
Hasil survei yang dilakukan jajarannya di triwulan empat, menurut Hendik, juga menunjukkan perkembangan meningkat. Jika itu terjadi, Hendik memperkirakan pertumbuhan ekonomi Kaltara tertinggi se Kalimantan. Bahkan lebih tinggi secara nasional yang diperkirakan bergerak di sekitar 5 persen.
Menurut Hendik, sektor pertambangan sebagai penyumbang utama perekonomian Kaltara, memang mengalami perlambatan, tapi tidak terlalu rendah, sehingga masih bisa menopang perekonomian Kaltara.
Perekonomian Kaltara lebih banyak tertolong dari sisi konstruksi. Sementara dari sektoralnya adalah pertanian, dan sisi pengeluarannya adalah investasi dan ekspor yang lumayan tinggi.
Hendik juga memperkirakan, peningkatan perekonomian terus berlanjut pada tahun depan. Pertambangan masih menjadi sektor utama penopang, namun sektor konstruksi juga akan meningkat karena mulai terealisasinya mega proyek di Kalimantan Utara. Seperti pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sungai Kayan.
Selain itu, sektor pertanian juga diperkirakannya bakal meningkat, seiring hadirnya industri pengolahan CPO menjadi B-25 dan B-30. Begitu juga dari sektor perikanan dengan terjalinnya kerja sama antara Pemerintah Kota Tarakan dan Dachan Grup dalam pengembangan perikanan di Tarakan.
Dari sektor perdagangan, otomatis akan meningkat ketika ada upaya yang dilakukan pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota untuk meningkatkan produk-produk tertentu atau meningkatan pariwisata yang membawa dampak pada perdagangan, hotel dan restoran.
“Sehingga kami perkirakan nanti pertumbuhan ekonomi di 2020 itu, 7 sampai 7,58 persen,” ungkapnya.
Hendik Sudariyanto juga memperkirakan inflasi Kalimantan Utara pada akhir tahun 2019 lebih rendah dibanding tahun lalu yang mencapai 5 persen. Hal ini berkaca pada inflasi sepanjang Januari hingga November.
“Tahun lalu kita 5 persen. Tahun ini sampai dengan November itu baru 0,37 persen. Kalau tahunannya 1,98 persen, artinya historis data di Desember kita akan mengalami inflasi rata-rata di atas 1 persen, anggap saja paling tinggi 1,5. Kita perkirakan inflasinya di kisarakan 1,8 – 2,2 persen,” paparnya.
Hendik menilai, upaya Pemprov Kaltara dan Pemkot Tarakan, sudah sangat bagus untuk meningkatkan gairah ekonomi di daerah. (mrs/har)
Editor : uki-Berau Post