TARAKAN – Pengembangan kawasan Pantai Amal mulai dikerjakan Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan tahun ini. Wali Kota Tarakan Khairul juga sudah meninjau lokasi pengembangan objek wisata tersebut, Sabtu (29/2). Namun dari hasil pantauannya, mantan Sekretaris Kota Tarakan ini mengaku masih mendapati bangunan berdiri di lahan pemerintah.
“Ada beberapa bangunan yang masuk di area di batas Pemkot. Tapi saya sudah instruksikan sama bagian aset, Dinas Perumahan dan Pertanahan, termasuk juga dinas PU, camat, lurah, juga Babinsa dan Babinkamtibmas, untuk sama-sama mengamankan kegiatan ini biar berjalan lancar, supaya bisa cepat dimanfaatkan,” ujar Khairul usai meninjau lokasi.
Khairul menyebutkan, perwakilan pemerintah sudah bertemu dengan perwakilan warga yang terdampak kegiatan pembangunan, di tiga RT setempat, pada September 2019 lalu.
Ketika itu, Khairul mengaku kalau warga merespons dengan baik rencana Pemkot Tarakan. Bahkan ada yang berharap segera direalisasikan karena pantai Amal sudah mulai direklamasi sejak zaman Wali Kota Jusuf Serang Kasim.
Makanya, sebelum memulai pekerjaan, pihaknya kembali melakukan pertemuan dengan perwakilan warga. Pemerintah juga telah memberikan gambaran solusi terhadap pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan warga, seperti akses jalan. Sehingga hasil pertemuan itu dinilai Khairul, tidak ada masalah.
Terhadap bangunan yang ada di dalam kawasan pengembangan Pantai Amal, Khairul menegaskan bahwa harus tetap dibongkar. Karena berdiri di atas lahan Pemkot Tarakan.
“Yang kita bangun memang lahan pemkot. Tidak ada lahan masyarakat, walaupun lihat tadi ada juga upaya-upaya membangun lagi, itu kan baru. Baru setelah sosialisasi kayaknya, bisa menangkap peluang. Tapi sudah kita ingatkan bahwa itu harus tetap dibongkar,” tegasnya.
Sementara itu, untuk enam pedagang yang berjualan di sekitar lokasi pengembangan Pantai Amal, akan diberikan kesempatan untuk berjualan di luar, boleh juga ikut masuk berjualan di dalam kawasan, atau boleh buka kedua-duanya. Hanya saja, jika berjualan di dalam kawasan Pantai Amal harus mengikuti aturan Pemkot Tarakan.
Pemerintah nantinya juga menyiapkan fasilitas street food untuk mengakomodasi pedagang dari luar kawasan. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan food court.
Pembangunan pengembangan kawasan Pantai Amal sendiri, menurut Khairul, dikerjakan secara bertahap. Tahap pertama ditargetkan rampung akhir tahun ini. Sementara sambil berjalan pengerjaan segmen pertama, tahun ini juga dilakukan pengerjaan segmen kedua mulai Agustus. Sehingga pengerjaan dua tahapan itu ditargetkan rampung pada 2021 dan sudah bisa dimanfaatkan.
Untuk menyelesaikan dua tahapan tersebut, Pemkot Tarakan mengalokasikan dana masing-masing segmen Rp 60 miliar.
Sementara untuk segmen ketiga, menurut Khairul, Pemkot Tarakan akan menggandeng investor dengan pola kerja sama pemerintah badan usaha (KPBU). Karena tahap ketiga nantinya, akan dibangun hotel atau kondotel, serta wahana permainan, taman hiburan, waterboom, dan lain-lain.
Adapun tahap akhir atau tahap empat, berupa pembangunan masjid terapung sebagai wisata religius. (mrs/udi)
Editor : izak-Indra Zakaria