Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Kapal Nelayan Sementara Tidak Diizinkan Masuk

izak-Indra Zakaria • Rabu, 16 Desember 2020 - 19:54 WIB
DIHENTIKAN SEMENTARA: Tahap pengecoran untuk memperbaiki jembatan yang ambruk belum bisa dimulai hingga (15/12).
DIHENTIKAN SEMENTARA: Tahap pengecoran untuk memperbaiki jembatan yang ambruk belum bisa dimulai hingga (15/12).

TARAKAN – Reruntuhan sisa-sisa material dari jembatan yang ambruk di RT 21 Kelurahan Selumit Pantai, sudah mulai dibersihkan oleh pekerja. Namun, direncanakan sungai yang berada dibawah jembatan akan ditutup sementara. Dikarenakan jadi pelintasan kapal nelayan di jalur sungai tersebut. Pantauan awak media, sekira pukul 12.00 Wita, (15/12), sisa material berupa besi yang menutupi akses sungai, telah dibersihkan. Bahkan, para pekerja pun tidak melakukan aktivitas untuk melanjutkan pengecoran jembatan.

Dari plang yang terpasang dekat jembatan, proyek yang dikerjakan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) senilai Rp 22.008.508.024,09. Dengan tanggal kontrak 14 Februari 2020 lalu. Dengan paket kegiatan berupa peningkatan kualitas permukiman kumuh Kota Tarakan kawasan Karang Rejo.

Saat dikonfirmasi, Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Karang Rejo, Sugeng Utomo mengaku, sudah berkoordinasi dengan pihak Ketua RT di Kelurahan Selumit Pantai. Bahkan, konsultan proyek serta perwakilan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Hasil pertemuan ini disampaikan oleh pelaksana pekerja, bahwa ambruknya jembatan itu diakibatkan kurangnya penahan di bawah jembatan.

“Sebelumnya sudah diminta untuk ditutup total, tapi nelayan tidak mau. Karena disungai itu salah satu akses untuk keluar masuk nelayan untuk melaut,” katanya. Sebelum melanjutkan pengecoran jembatan, nantinya kapal nelayan sementara tidak boleh melakukan aktivitas tambat didalam sungai Kelurahan Selumit Pantai selama 30 hari kedepan. Saat ini, pihak RT di dua kelurahan masih melakukan sosialiasi terkait pengehentian sementara tambat kapal nelayan.

“Jadi nanti akan dibuatkan penahan dulu agar kuat. Penutupan akses masuk kapal nelayan mulai besok (hari ini,Red) Surat pemberitahuan pada nelayan sudah didistribusikan," ungkapnya. Rata-rata, ada tujuh hingga delapan RT yang warganya berprofesi sebagai nelayan dan melakukan tambat di sekitar sungai tersebut. Termasuk bagi warga yang ada di Kelurahan Selumit Pantai. Sebelum dilakukan penutupan akses masuk sungai, kata Sugeng, aktivitas kapal nelayan tidak terganggu.

Ia menegaskan, pendamping Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebelumnya sempat ingin menutup jalur masuk sungai. “Masyarakat keberatan. Karena itu urat nadi masyarakat nelayan untuk melaut dan tambat disitu. Setelah dilihat, memang tidak dimungkinkan untuk tidak ditutup total,” bebernya.

Sebelum dilakukan penutupan, akan melakukan sweeping perahu nelayan yang masih beraktivitas melaut. Agar melakukan tambat diluar sungai. Jika nelayan tidak melaut selama 30 hari kedepan tidak menjadi masalah, untuk tambat didalam sungai. "Kalau untuk pembangunan jembatan sudah dari dua pekan lalu. Tapi ini rangkaian dari program Kotaku dari Kementerian PUPR. Kalau untuk penataan jalan sudah selesai semua. Hanya saja jembatan penghubung yang belum selesai,” imbuhnya.(*/sas/uno)

Editor : izak-Indra Zakaria
#infrastruktur