Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Sempat Diadang Cuaca Buruk

uki-Berau Post • Kamis, 25 Maret 2021 - 04:35 WIB
BERLABUH DI TARAKAN: KRI Dewa Ruci dan KRI Surabaya saat bersandar di Dermaga Mako Lantamal XIII Tarakan, Selasa (23/3).
BERLABUH DI TARAKAN: KRI Dewa Ruci dan KRI Surabaya saat bersandar di Dermaga Mako Lantamal XIII Tarakan, Selasa (23/3).

TARAKAN – Kapal pelatihan Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL), KRI Dewa Ruci saat tiba Dermaga Mako Lantamal XIII Tarakan, Selasa (23/3). Dengan membawa serta 50 taruna, dalam pelayaran yang ditempuh sejauh 850 Nautical Mile (NM) dari Surabaya. 

Selain KRI Dewa Ruci, tiba bersamaan KRI Surabaya-591 yang juga mengangkut 79 Taruna AAL. Dalam perjalanan selama 5 hari dari Surabaya, KRI Dewa Ruci melaju dengan kecepatan rata-rata 7 knot per jam. Saat memasuki perairan Berau, Kaltim, merasakan cuaca buruk berupa angin kencang yang disertai hujan deras pada pagi hari kemarin. 

Alhamdulillah kita sampai di Tarakan aman dan selamat. Dalam perjalanan kita juga mix menggunakan layar dan mesin,” kata Komandan KRI Dewa Ruci, Letkol Laut (P) Hastaria Dwi Prakoso.

Hastaria mengungkapkan, Taruna AAL tingkat I telah menyelesaikan pendidikan dasar di Magelang. Para taruna ini belum menggunakan tanda korps. Sehingga belum mengetahui apakah pelaut, marinir atau korps TNI AL lainnya. Pelayaran ini yang pertama, setelah para taruna secara resmi sebagai taruna AAL. 

“Kita kenalkan kepada mereka hidup di kapal, menjadi perwira Angkatan Laut. Kita latih mereka dari bawah dalam melaksanakan tugas hingga mencuci piring,” jelasnya. 

Pelatihan pada taruna dilakukan berjenjang, hingga menjadi sersan. Lalu naik pangkat menjadi perwira. Sebelum menjadi perwira, harus mengetahui bagaimana menjadi kelasi, sersan hingga perwira. “Harus tahu segalanya, jadi bisa mengetahui kendala saat anggota dan bawahan ini bekerja,” tuturnya. 

Hastaria mengakui, taruna di KRI Dewa Ruci banyak menghasilkan perwira yang tangguh di laut. Terutama di usia Dewa Ruci 68 tahun ini, sudah 41 kali pelayaran keluar negeri dan lebih banyak lagi pelayaran dalam negeri. Termasuk dua kali pelayaran keliling dunia. 

Setibanya di Tarakan, lanjut Hastaria, KRI Dewa Ruci mengizinkan masyarakat untuk datang dan naik ke atas kapal. Namun, ia memastikan dulu semua pengunjung harus menerapkan protokol kesehatan (prokes). Dengan pengecekan suhu tubuh hingga tempat keluar dan masuk akan diatur. Agar tidak ada kerumunan masyarakat. 

“Kami akan atur waktunya, open ship hingga 18.00 Wita setiap hari. Namun jika masih ada yang mau datang, dibuka mulai 08.00 Wita hingga pukul 21.00 Wita. Dengan seizin pihak Lantamal XIII,” sebutnya. 

Dengan kedatangan KRI Dewa Ruci, Komandan Lantamal XIII Tarakan Laksamana Pertama TNI Haris Bima Bayuseto kembali bernostalgia. Ia pun memberi apresiasi kepada ABK KRI Dewa Ruci terus merawat kapal. Meski sudah ada beberapa material yang berkarat.

Dalam tempo tahun 2001-2004, Haris sempat menjabat sebagai Kapten Kepala Departemen Bahari di KRI Dewa Ruci. Selanjutnya di tahun 2011-2013, menjabat sebagai Komanda KRI Dewa Ruci. 

“Kalau di total, saya sudah berlayar di 37 negara di Dewa Ruci. Paling berkesan waktu itu, kami kehabisan bahan bakar dan terkena badai selama 5 hari di perairan Hawai,” kisahnya.

Haris menegaskan, para taruna nantinya akan mengemban pendidikan melalui kebaharian atau kelautan. Dengan cara, taruna beradaptasi saat berada di laut. Adaptasi bersama taruna lain di atas kapal terasa berbeda saat berada di darat. “Kalau di laut pelatihnya bisa merasakan hal yang sama. Berbeda dengan di darat,” tutupnya. (sas/uno)

Editor : uki-Berau Post
#Seputar Kaltara