Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Menunggu hingga 8 Jam

uki-Berau Post • Rabu, 22 September 2021 - 03:15 WIB
SEMPAT TERTUNDA: Pelaksanaan SKD pada sesi pertama di Laboratorium CAT Jalan Durian, Tanjung Selor sempat terhambat karena gangguan jaringan.
SEMPAT TERTUNDA: Pelaksanaan SKD pada sesi pertama di Laboratorium CAT Jalan Durian, Tanjung Selor sempat terhambat karena gangguan jaringan.

TANJUNG SELOR – Gangguan jaringan yang terjadi selama 8 jam mempengaruhi pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkup Pemprov Kaltara. Kemarin (20/9), peserta yang masuk pada sesi pertama harus menunggu hingga 8 jam. 

Seyogianya, pada sesi pertama terlaksana pada pukul 07.30 Wita. Namun, nyatanya setelah jaringan berangsur normal, sesi pertama baru terlaksana pukul 16.00 Wita. Diakui Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara Burhanuddin, untuk sesi pertama SKD seharusnya dimulai 07.30 Wita. Akan tetapi, harus diundur hingga gangguan jaringan berangsur normal. 

“Iya terjadi gangguan jaringan. Sebenarnya dari Minggu sore (19/9), namun sampai sekarang masih gangguan. Akibatnya SKD untuk sesi pertama belum bisa kita mulai,” terang Burhanuddin, kemarin.

Saat terjadi gangguan jaringan, BKD terus berkoordinasi dengan pihak terkait. Seperti Telkom dan Badan Kepegawaian Negara (BKN), untuk memastikan tahapan SKD berjalan. Bahkan, lanjut Burhan—biasa disapa, seluruh sesi tetap dilaksanakan. Meski nantinya pelaksanaan SKD harus memakan waktu lama.

“Kita tetap laksanakan meski sampai malam hari. Apalagi, sebelumnya juga sempat mengalami gangguan, baik jaringan maupun server di BKN,” ungkapnya. 

Koordinator Tim Seleksi  BKN Sukma Suryaningsi menambahkan, gangguan terjadi karena jaringan Telkom putus sehingga tidak dapat mengakses server BKN. 

“Jaringan sempat normal. Kami juga sempat melakukan pemeriksaan jaringan. Namun pagi tadi (kemarin, Red) jaringan kembali gangguan,” jelasnya. 

Selain itu, ia mengakui masih bisa mengakses server dengan jaringan lain. Seperti menggunakan provider internet lain. Sebab yang mengalami masalah hanya jaringan Telkom. 

Ia menyayangkan, tidak ada provider lain selain Telkom yang digunakan saat pelaksanaan CAT. “Kalau ada provider lain, maka persoalan jaringan ini bisa teratasi. Kita lakukan tethering namun tidak sanggup juga,” keluhnya.

Pelaksanaan SKD tetap dilaksanakan, karena belum ada perintah penundaan dan penjadwalan ulang.

“Itu kemungkinan yang ada. Namun kita masih menunggu instruksi dari BKN. Kita berharap seluruh sesi terlaksana hari ini (kemarin, Red),” ujarnya. Saat terjadi gangguan jaringan, diakui Pengawas SKD dari BKD Kaltara Juliansyah, pihaknya tidak bisa menggunakan VPN. Sebab provider yang digunakan masih milik Telkom.

“Percuma juga pakai VPN, kalau providernya sama. Kita menunggu jaringan kembali normal,” ungkapnya. Hingga pukul 18.00 Wita, baru memasuki untuk sesi kedua. Sementara untuk sesi III dan IV masih menunggu.

“Setelah berupaya memantau dan berkoordinasi dengan Telkom untuk memastikan jaringan. Setelah menunggu, SKD sesi pertama bisa dilaksanakan. Meski jaringan belum sepenuhnya membaik,”  ungkapnya.

Kasubbid Pengadaan dan Pensiun Pegawai BKD Kaltara Arya Mulawarman mengakui, dengan kondisi yang ada, maka kemungkinan SKD sampai pukul 23.30 Wita. Sebab sesi II baru dimulai pukul 18.00 Wita. 

“Kita memahami kondisi peserta. Kita berikan pilihan, untuk disepakati. Kalau dari kami, siap saja tergantung kesepakatan peserta,” ujarnya. 

Jika dijadwalkan kembali, menurutnya akan berdampak kepada peserta. Selain banyak waktu yang terbuang, peserta harus kembali melakukan antigen. “Banyak yang harus dipertimbangkan. Namun kita kembalikan lagi ke peserta,” imbuhnya.

Saat terjadi gangguan jaringan saat sesi pertama, para peserta mulai gelisah. Bahkan tidak sedikit yang keluar masuk dari area ruang tunggu. Selain itu, peserta sesi II-IV juga banyak yang pulang dan menunggu informasi. Peserta diberikan keringanan untuk meninggalkan Laboratorium CAT.

Peserta SKD sesi I diwajibkan meninggalkan nomor telpon yang aktif. Nomor telpon ditulis dibelakang kartu peserta. Hal itu agar peserta mudah dihubungi panitia. Kemudian, peserta SKD sesi II, III dan IV, diminta terus memantau media sosial BKD Kaltara. Sebab, ketika jaringan kembali normal dan sesi I dimulai. Maka hal itu akan diinformasikan melalui media sosial, instagram maupun Facebook BKD Kaltara.

Salah seorang peserta SKD Andi Oktavia Sary mengatakan, gangguan jaringan mengakibatkan dirinya dan beberapa temannya menunggu hingga 3 jam lamanya.

“Dari jam 06.30 Wita di lokasi. Informasinya karena gangguan jaringan,” ucapnya. Padahal, dirinya sudah mempersiapkan diri sebulan lalu. Dengan mengambil formasi pengelola pengadaan barang dan jasa, untuk penempatan Biro Pembangunan Setprov Kaltara.

Hal serupa dirasakan peserta lain, Rani yang berasal dari Tarakan. Ia merasa kecewa akibat gangguan jaringan. Namun dirinya tidak bisa berbuat apa-apa.

“Mau diapain lagi. Kalau saya bisanya menunggu informasi untuk sesi saya. Kebetulan di sesi ketiga. Kalaupun harus ujian malam, tetap harus saya jalani,” singkatnya. (fai/uno) 

Editor : uki-Berau Post
#cpns