TANJUNG SELOR - Selain sebagai Komandan Komando Resor Militer (Danrem), Brigjend TNI Suratno juga bertanggung jawab atas Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) wilayah RI-Malaysia.
Dengan jabatannya sebagai Komandan Komando Pusat Pengendali Operasi Satgas Pamtas RI-Malaysia dan Komandan Komando Pelaksana Operasi Satgas Pamtas RI-Malaysia, ia memastikan keamanan wilayah Kaltara.
Diungkapkannya, terdapat 550 personel prajurit TNI yang akan mengamankan batas negara sepanjang 1.200 Kilometer tersebut. "Kemarin juga telah dilaksanakan serah terima alih dari Batalyon Arhanud 16 dan Batalyon 614 yang digantikan Batalyon Armed 16 Komposit dari Berau," bebernya, Sabtu (9/10).
Dijelaskannya, beberapa gangguan keamanan yang kerap ditemui biasanya ialah peredaran narkoba oleh pelintas batas. Berdasarkan kewenangan yang dimiliki, apabila didapatkan para pelintas batas yang membawa narkoba maka pihaknya akan menyerahkan kepada pihak yang berwenang.
Beberapa kali, ditemukan pelintas batas yang membawa narkoba, Saat satgas melaksanakan razia dan sweeping kepada pelintas batas. "Kami sempat temukan di Seimenggaris. Pelintas ilegal, dan itu kita serahkan kepada pihak Imigrasi," jelasnya.
Di sisi lain, selama ini baik di wilayah perbatasan maupun di wilayah perkotaan, belum ditemukan adanya indikasi pergerakan ideologi lain di luar Pancasila yang mengarah pada kegiatan yang mengancam ideologi Pancasila sebagai dasar negara.
Baik itu ancaman ideologi komunisme maupun ideologi yang mengarah pada terorisme. "Kalau kita di Kaltara itu relatif aman. Ancaman komunis tidak ada, riak-riak menuju ke sana itu juga tidak ada, tapi kani tetap waspada karena itu bahaya laten yang sewaktu-waktu dapat muncul kembali," tegasnya. (fai/har)
Editor : izak-Indra Zakaria