TANJUNG SELOR - Kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemprov Kaltara dinilai masih kurang. Selama ini kebutuhan tersebut tertutupi dengan adanya tenaga kontrak atau Pegawai Tidak Tetap (PTT).
Sejauh ini, Pemprov Kaltara masih membutuhkan tenaga kontrak. Analis Kepegawaian Muda Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara Arya Mulawarman mengatakan, secara kebutuhan semua daerah masih membutuhkan tenaga non ASN. Dari berbagai bidang, baik administrasi maupun tenaga dasar.
“Secara garis besar, memang dibutuhkan. Apalagi untuk tenaga administrasi. Bahkan untuk keamanan, cleaning servis, pengemudi dan lainnya,” ungkapnya, Kamis (29/9).
Dari kebutuhan tenaga honorer, paling banyak untuk administrasi. Yang menjadi persoalan, jumlah yang ada di satu instansi untuk anggaran mencukupi atau tidak. Mengingat, jumlah tenaga non ASN selama ini di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) bisa sampai beberapa orang.
“Jadi, memang kita harus lihat anggaran di masing-masing OPD. Batasan beban anggaran dan produktivitas dengan jumlah tenaga non ASN, itu yang harus dievaluasi. Selama ini belum dievaluasi secara baik,” ungkapnya.
Ia juga menyebutkan, untuk kebutuhan ASN di Kaltara cukup banyak. Data saat ini, jumlah ASN di Pemprov Kaltara sebanyak 4.708 orang. Rinciannya 2.444 laki-laki dan 2.264 perempuan. Itu terdiri dari PNS sebanyak 4.069 orang, CPNS 386 orang dan PPPK 253 orang.
“Kalau yang kita butuhkan saat ini kurang lebih 7.000 orang. Kita masih melakukan evaluasi terhadap kebutuhan yang ada,” tutupnya. (fai/uno)
Editor : uki-Berau Post