TANJUNG SELOR - Ruang Tunggu Pelabuhan Tidung di Bunyu yang merupakan milik PT Pertamina RU V, ambruk, pada Sabtu (28/1) lalu. Meski belum diketahui penyebab ambruknya dermaga tersebut.
Saat ambruk, sejumlah orang yang berada di atas pelabuhan jatuh ke laut. Dari kejadian itu, tidak ada korban. Pasalnya, warga yang jatuh berhasil dievakuasi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara Andi Nasuha mengatakan, pelabuhan itu milik PT Pertamina RU V. Disbub Kaltara, tidak memiliki kewenangan mengenai pelabuhan tersebut. Mengingat, sepenuhnya pelabuhan tersebut dikelola PT Pertamina.
“Kewenangan kita tidak ada. Kita hanya menumpang untuk menggunakan pelabuhan itu, sebagai aktivitas penumpang yang akan berangkat maupun datang. Itu pun melalui Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Pulau Bunyu yang pinjam selama ini,” terangnya, Minggu (29/1).
Selama ini, masyarakat masih menggunakan pelabuhan tersebut. Pemprov kaltara hanya pinjam pakai Pelabuhan Tidung PT Pertamina RU V Pulau Bunyu untuk aktivitas penumpang speedboat.
“Banyak kegiatan di pelabuhan itu. Selain aktivitas PT Pertamina, ada juga aktivitas masyarakat,” terangnya.
Ia menjelaskan, peran Dishub Kaltara di Pelabuhan Tidung hanya mengawasi aktivitas kapal barang logistik dan speedboat penumpang. Apalagi, sejauh ini pelabuhan yang dibangun pemerintah belum selesai. Pemprov Kaltara juga mendapat bantuan dari APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI. Untuk pembangunan pelabuhan penumpang, dialokasi anggaran mencapai Rp 80 miliar.
“Kalau progres pelabuhan khusus penumpang speedboat sudah selesai dibangun. Hanya saja belum boleh dioperasikan, karena masih banyak izin-izin harus segera diselesaikan. Sebelum izin operasional keluar dan nanti dikelola UPP dan BPTD,” jelasnya. (fai/uno)
Editor : uki-Berau Post