Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Porporsi Disabilitas 5 Tahun ke Atas 1,17 Persen

uki-Berau Post • 2023-02-10 15:52:06
Basran
Basran

TANJUNG SELOR - Berdasarkan Long Form Sensus Penduduk (LF SP) 2022 yang telah dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS). Tercatat di Kalimantan Utara (Kaltara), prevalensi atau porporsi disabilitas usia 5 tahun ke atas berada di angka 1,17 persen.

Sejauh ini, tidak didapati perbedaan yang signifikan antara prevalensi disabilitas menurut kota dan desa serta jenis kelamin. Selisih prevalensi disabilitas antara laki-laki dan perempuan serta anak dengan pemuda sekitar 0,1 persen.

Berdasarkan kelompok usia sasaran, prevalensi disabilitas pada usia lansia jauh lebih besar dibandingkan usia sasaran lainnya. Hal ini selaras dengan menurunnya fungsi fisik maupun mental atau emosi akibat proses penuaan.

“Tingkat prevalensi yang tinggi, disertai dengan ketidakmerataan akses bagi penyandang disabilitas. Dapat berdampak pada tujuan pembangunan berkelanjutan dalam memenuhi indikator SDGs lainnya,” terang Statistik Ahli Madya BPS Kaltara, Basran, Kamis (9/2).

Prevalensi disabilitas umur 5 tahun ke atas, untuk kota sebesar 1,12 persen dan desa 1,26 persen. Selanjutnya, prevalensi disabilitas menurut jenis kelamin untuk laki-laki 1,11 persen dan perempuan 1,24 persen. Sementara usia 5-17 tahun 0,55 persen, pemuda usia 16-30 tahun sebesar 0,58 persen dan lansia 60 ke atas 5,93 persen.

Penyandang disabilitas, berdasarkan LF SP 2020 tercayat ada 9 jenis. Yakni kesulitan atau gangguan dalam penglihatan 0,54 persen, gangguan pendengaran 0,47 persen, gangguan berjalan 0,37 persen, gangguan bicara dan kesulitan mengurus diri sendiri 0,25 persen dan gangguan konsentrasi 0,24 persen. 

“Ada juga gangguan berpikir atau belajar 0,23 persen, gangguan jari atau tangan 0,22 persen dan gangguan emosional 0,17,” sebut dia.

Persentase penduduk penyandang disabilitas berdasarkan jenis gangguan berkisar antara 0,17-0,54 persen. Secara umum, jenis kesulitan atau gangguan yang paling banyak merupakan penduduk dengan gangguan penglihatan yaitu 0,54 persen.  Adapun yang relatif paling sedikit, gangguan emosional sebesar 0,17 persen. (fai/uno)

Editor : uki-Berau Post
#kesehatan #sosial