Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Target Penurunan Stunting di Kabupaten Tana Tidung Sisa 1 Persen

Radar Tarakan • Sabtu, 25 Mei 2024 - 16:57 WIB
KEJAR TARGET: Prevalensi stunting terus ditekan oleh Pemda Tana Tidung untuk mencapai target 14 persen.
KEJAR TARGET: Prevalensi stunting terus ditekan oleh Pemda Tana Tidung untuk mencapai target 14 persen.

Prokal.co - Prevalensi stunting di Tana Tidung turun dari 30,7 persen pada 2020 menjadi 15,1 persen pada 2023. Hal itu berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Wakil Bupati (Wabup) Tana Tidung, Hendrik menyatakan bahwa penurunan prevalensi stunting tidak  terlepas dari upaya bersama yang telah dilakukan selama ini. Pemda Tana Tidung turun langsung ke setiap wilayah yang terdeteksi mengalami kasus gagal tumbuh kembang anak.

"Kita turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan jika ada terdeteksi kasus stunting,"  kata Hendrik kepada Radar Kaltara

Selain melakukan pemeriksaan, Pemda Tana Tidung juga memberikan makanan tambahan bagi ibu hamil (bumil) dan balita untuk menekan prevalensi stunting di daerah. "Kami juga melakukan pencegahan pernikahan dini," ungkapnya.

Pencegahan pernikahan dini dilakukan untuk mengurangi angka stunting, karena pernikahan dini memiliki risiko lebih besar bagi kesehatan anak, terutama risiko stunting. "Kami terus berupaya untuk menekan prevalensi stunting sesuai dengan arahan pemerintah pusat," bebernya

Tahun ini, Pemda Tana Tidung ditargetkan dapat mengurangi angka prevalensi stunting turun hingga mencapai angka 14 persen. Konsistensi dalam upaya pencegahan, penanganan dan pengawasan terhadap stunting di Tana Tidung diharapkan dapat mempercepat penurunan angka kasus stunting di daerah.

"Iya, mudah-mudahan kasus stunting tidak bertambah," harapnya.

Menurutnya, dampak dari stunting dapat dirasakan sampai dewasa dan bahkan merugikan pertumbuhan ekonomi, karena anak yang mengalami stunting memiliki kemampuan belajar dan produktivitas yang menurun. Oleh karena itu, butuh kerja sama yang kuat dari seluruh pihak untuk menekan prevalensi stunting di Tana Tidung.

"Jadi, upaya terus dilakukan untuk mengatasi persoalan stunting dengan melakukan deteksi dini, memberikan asupan gizi yang memadai dan menyediakan fasilitas sanitasi yang baik. Pemerintah juga harus memperhatikan kondisi sosial ekonomi keluarga, serta meningkatkan peran serta masyarakat dalam upaya pencegahan stunting," bebernya.

Pencegahan stunting perlu didorong untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan membawa dampak positif bagi pembangunan di masa depan.

Sehingga, pencapaian tujuan keselamatan pangan, perlu menjadi perhatian utama bagi semua pihak yang berkepentingan dalam dunia kesehatan dan pembangunan.

"Kita akan terus berupaya menekan angka stunting," pungkasnya. (jai/har)

Editor : Indra Zakaria