TANJUNG SELOR – Kawasan Landscape Kayan merupakan program untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di Bulungan. Diketahui, Landscape Kayan mencakup 18 desa yang tersebar di empat kecamatan yang dikembangkan secara terintegrasi.
Program ini tidak hanya berfokus pada aspek ekologi atau lingkungan, tetapi juga mencakup pemberdayaan ekonomi masyarakat sesuai dengan potensi desa masing-masing.
"Para kepala desa dapat bekerja sama untuk menyukseskan program ini. Dukungan dari kepala desa sangat penting untuk menghadirkan kegiatan-kegiatan pembangunan yang terintegrasi," terang Bupati Bulungan Syarwani.
Program Landscape Kayan mendapat dukungan hukum melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 28 Tahun 2023, yang menyebut secara spesifik pembangunan Integrated Area Development (IAD) di Bulungan. "Perpres ini menjadi dasar hukum kuat bagi pelaksanaan program Landscape Kayan," kata dia.
Salah satu fokus pemberdayaan ekonomi masyarakat di Landscape Kayan adalah melalui pemanfaatan bambu. Bupati Syarwani mengajak masyarakat untuk mengelola bambu sebagai bahan dasar ekonomi produktif.
"Saya sudah berdiskusi dengan berbagai pihak dan meninjau langsung potensi bambu di lapangan. Sekarang tinggal bagaimana pemerintah desa dan masyarakat mengelola bambu ini untuk memberikan nilai tambah dan menghasilkan keuntungan bagi masyarakat," jelasnya.
Dengan dukungan berbagai pihak dan komitmen bersama, program Landscape Kayan diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat di Kabupaten Bulungan.
Program Landscape Kayan merupakan langkah strategis Pemkab Bulungan untuk mengintegrasikan pembangunan di empat kecamatan sekaligus memberdayakan ekonomi masyarakat melalui potensi lokal seperti bambu.
Dengan dukungan payung hukum dari Perpres dan kerja sama semua pihak, diharapkan program ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bulungan. (fai)
Editor : Indra Zakaria