TARAKAN - Perubahan iklim di Kalimantan Utara (Kaltara) berdampak signifikan pada perekonomian dan hasil tangkapan nelayan tradisional. Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kaltara, Rustan mengatakan, cuaca yang tidak menentu membuat hasil tangkapan ikan menurun drastis, sehingga penghasilan nelayan juga menurun.
"Jadi kalau tidak dapat ikan sudah jelas ekonomi akan bermasalah," ujarnya, Jumat, (22/8). Lanjutnya, cuaca yang sulit diprediksi membuat nelayan kesulitan menentukan waktu melaut yang tepat.
Akhir-akhir ini juga nelayan sangat merasakan dampaknya cuaca yang tidak menentu malam hujan kemudian siangnya angin kencang hingga gelombang. "Sehingga ini menjadi tanda tanya bagi nelayan terhadap perubahan iklim," tambahnya.
Menurut Rustan, perubahan iklim juga berdampak pada keselamatan nelayan di laut. Tahun ini jumlah kecelakaan nelayan di laut yang paling tinggi sehingga dirinya menghimbau nelayan untuk terus berhati-hati dalam melaut.
"Teman-teman nelayan tetap berhati-hati kemudian baca situasi dan mengikuti perkembangan prediksi dari BMKG," katanya. KNTI berharap pemerintah meningkatkan perlindungan sosial bagi nelayan di Kaltara, terutama yang meninggal di laut.
"Tolonglah pemerintah jika tidak bisa meningkatkan perekonomian nelayan, minimal lihat nyawa nelayan yang meninggal dunia, tidak ada uluran tangan, bagaimana nasib anak istri yang ditinggalkan," pungkasnya. (*nkh/).
Editor : Indra Zakaria