BANJARMASIN-Puluhan jiwa kehilangan tempat tinggal terdampak musibah kebakaran yang melanda pemukiman padat penduduk,di Jalan Veteran Gang Baru Banjarmasin Timur, Sabtu (23/3) malam sekitarpukul 20.30 Wita. Si jago malam itu mengamuk dua jalur sekaligus , yakni jalur 1 dan 2, bahkan turut serta membakar separu rumah ketua RT 26.
Relawan kebakaran ketika kejadian kesulitan untuk melakukan pemadaman selain lokasi masuk Gang sempit dan sumber air cukup jauh, relawan sedikit terhambat dengan aliran listrik yang masih mengalir ketika api menjadi-jadi.
Dalam peristiwa itu salah satu anggota BPK Forpas Rismayanto (21) harus dilarikan ke rumah sakit, kakinya mengalami luka karena terjatuh dari atas atap rumah warga setinggi 3 meter ketika hendak bahu membahu memadamkan api. Kaki relawan ini terpaksa dioperasi karena uratnya putus terkena pecahan kaca.
Nuraida (42) istri Abdul Rauf ketua RT 26, menceritakan malam itu ia tengah berada dirumah untuk bersiap ke musalla bantu-bantu acara isra miraj. Seketika ia dikagetkan dengan keributan yang berada disamping rumahnya. Posisi suaminya berada di musalla.
"Saya kira ada pemuda berkelahi, karena pernah terjadi seperti itu. Begitu saya keluar rumah melihat kobaran api muncul dari rumah warganya. Saya tak panik, ambil berkas penting dan harta berharga, keluarkan motor lalu matikan listrik. Tapi saya sadar ada tiga buah tabung gas berukuran besar harus diamankan takut menambah api semakin menjadi dan lalu minta bantu warga untuk mengangkat keluar rumah untuk diamankan," ceritanya.
Noraida pun tak memikirkan apalagi setelah mengamankan harta berharganya. Lalu ia tak memikirkan bagaimana kondisi setelah api semakin menjadi-jadi.
"Pokoknya saya memikirkan keselamatan saya, karena api sudah semakin besar tak bisa apakan lagi, hingga api berhasil merambat rumahnya dan membuat seluruh perabot rumahnya dan sebagian rumah rusak berat akibat dibakar api," ucapnya.
Terpantau di lokasi puing-puing bekas perabot rumah para korban berhamburan, sedangkan sebagian pemilik berusaha mencari harta mereka yang bisa diselamatkan.
Terpisah Lurah Kuripan Hj Rusdiana saat di lokasi mengatakan saat ini yang sangat dibutuhkan para korban adalah makan dan minum serta pakaian layak. Namun pasca kejadian ini ada beberapa swadaya masyarakat yang menyalurkan bantuan.
"Sejak tadi malam para korban masih banyak yang belum makan. Kami masih berkoordinasi dengan pihak Dinsos Kota, untuk mendirikan dapur umum," katanya.
Lanjut Rusdiana, terdata ada 10 buah rumah yang terbakar dalam insiden kebakaran dan sebanyak 49 jiwa kehilangan tempat tinggal."Untuk sementara para korban bernaung dirumah sanak famili mereka, karena disini mereka rata-rata memiliki hubungan keluarga," pungkasnya.(lan/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin