Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

“Krak!”, Bangunan Ini Langsung Miring

izak-Indra Zakaria • Jumat, 10 Februari 2023 - 19:43 WIB
NYARIS AMBRUK: Belasan tahun ditinggal penghuninya ke Bali, rumah di kawasan Kompleks Surya Sakti Jalur 10 RT 26 Kelurahan Basirih, Kecamatan Banjarmasin Barat miring hendak roboh. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN
NYARIS AMBRUK: Belasan tahun ditinggal penghuninya ke Bali, rumah di kawasan Kompleks Surya Sakti Jalur 10 RT 26 Kelurahan Basirih, Kecamatan Banjarmasin Barat miring hendak roboh. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

Di tengah hujan yang masih mengguyur dan angin berembus kencang, bunyi “krak!” itu terdengar nyaring. Sebuah rumah dua lantai diketahui miring.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (8/2) malam, sekitar pukul 11.30 Wita. Di Jalan Purna Sakti. Sontak membuat geger warga di Kompleks Surya Sakti Jalur 10, RT 26 Kelurahan Basirih, Kecamatan Banjarmasin Barat.

Dari hasil pantauan Radar Banjarmasin kemarin (9/2) siang, rumah dua lantai itu miring ke kanan bila dilihat dari arah depan. Hampir menyentuh bangunan rumah yang berada di sisi kanan dan belakangnya.

Tegel, dinding bagian bawah, dan atas rumah itu retak-retak. Sebagian kacanya bahkan pecah. Itu membuat penghuni rumah yang bersisian dengan rumah yang miring itu tampak berkemas, kemarin (9/2).

Segala perabotan rumah dikeluarkan. Diletakkan di halaman. Lalu diangkut ke tempat yang lebih aman. Tentu mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan. “Sementara, kami mengungsi. Ke kos-kosan di sekitar sini. Kami khawatir kalau rumah ini roboh,” ujar Siska, warga yang rumahnya berada tepat di belakang rumah yang miring itu.

Begitu pula dengan warga yang menghuni rumah di samping rumah miring itu. Dari hasil pantauan Radar Banjarmasin, rumah itu kini kosong dari penghuni.

Siska menuturkan bagaimana peristiwa miringnya rumah itu terjadi. Pada Rabu (8/2) malam itu, perempuan 47 tahun itu sedang berada dalam rumah. Seingatnya, hujan mengguyur deras. Angin juga berembus kencang.

Tak lama kemudian, ia mendengar bunyi “krak!” yang nyaring. “Seperti bunyi kayu yang patah. Itu bunyi pertama. Nyaring sekali,” tuturnya.

Menurut Siska, bunyi itu tak muncul sekali saja. Tapi, berulang kali. Diselingi bunyi gemuruh. Bunyi pertama itu yang paling nyaring terdengar.

Saat bunyi pertama itulah, Siska mengaku langsung mengetok pintu kamar anaknya. Memintanya segera keluar rumah. “Saya bilang ayo nak. Keluar. Rumah mau roboh,” ungkapnya. “Saya sudah ada feeling, rumah ini mau roboh. Sebab, dari dalam rumah itu, sepertinya sudah ada bagian yang ambruk,” tekannya.

Benar saja, ketika bersama anaknya keluar rumah, sejumlah warga yang malam itu mendengar bunyi yang sama, juga memintanya segera menjauh dari rumah. “Kami melihat, rumah ini miring. Sampai sekarang, bunyi “krak” itu kadang-kadang masih terdengar. Kalau kaca yang pecah itu, saya ingat dan dengarnya sekitar jam 3 pagi,” tambahnya.

Miringnya rumah dua lantai itu ternyata juga berimbas ke bagian rumah milik Siska. Lantai juga dinding bagian dalam dan samping rumahnya tampak retak. Seperti ikut tertarik ke arah miringnya rumah dua lantai itu.

Di mana pemilik rumah dua lantai yang miring tersebut? Siska bilang pemiliknya kini tinggal di Bali. Namun, sudah mengetahui kondisi rumahnya. “Rumah yang miring ini sudah belasan tahun dibiarkan kosong,” ujarnya. “Kami telepon, pemilik rumah mengatakan rumahnya ini tidak bakal roboh. Sebab, pondasinya kuat. Hanya bergeser saja,” tambah Siska.

Pemilik rumah juga bilang bahwa akan segera mencarikan tukang dongkrak rumah. “Itu solusinya. Cuma kami tekankan, agar rumah ini sebaiknya segera ditangani sebaik mungkin. Sebab, bisa berbahaya bagi rumah yang ada di samping dan rumah kami,” ucapnya.

 

Berdasarkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarmasin, rumah dua lantai itu miring lantaran ada pondasinya yang patah. “Akibatnya, seluruh bagian rumah mengalami kerusakan,” ujar Tim Rescue dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Banjarmasin, Andy Putera.

Tindakan yang dilakukan berkoordinasi dengan warga alias tetangga rumah miring itu. Sebaiknya mengungsi atau mencari tempat yang aman sementara waktu.(war/az/dye)

Diminta Urus Sertifikat Laik Fungsi

Kepala Dinas PUPR Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah angkat bicara terkait adanya bangunan rumah yang miring atau roboh di Kota Banjarmasin. Ia lantas mengimbau agar para pemilik rumah maupun gedung bisa lebih peduli dengan bangunan miliknya.

Misalnya, bisa dengan meminta jasa pengkaji, konsultan, atau tim penilai bangunan untuk menentukan apakah masih layak digunakan atau tidak. Apakah perlu direhab alias dibongkar, atau tidak.

Secara sederhana, tak ada salahnya bagi pemilik bangunan lama untuk mengecek propertinya. Misalnya, dengan mengurus atau membuat sertifikat laik fungsi atau SLF.

“Sudah banyak konsultan bangunan yang sudah bersertifikat. Dia yang menyatakan bahwa konstruksi bangunan masih aman. Jangan sampai justru ada kejadian (bangunan miring atau roboh, red), baru berbenah,” tekannya di Balai Kota, kemarin (9/2).

Bagaimana caranya? Cara paling mudah mengajukan permohonan penerbitan SLF bisa melalui dinas terkait. Contohnya, ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Umumnya, sebelum menerbitkan SLF, bidang pengawasan bangunan akan melakukan pemeriksaan bertahap untuk melihat apakah bangunan itu layak huni atau tidak.

Suri juga menjelaskan bahwa SLF seyogianya juga berlaku bagi rumah atau bangunan baru. Alasannya, karena SLF jelas berbeda dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), atau kini disebut Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Suri membeberkan dari hasil pemantauan di tahun 2022, ada sebanyak 199 titik bangunan baru yang belum mengurus PBG. Rinciannya, Kecamatan Banjarmasin Tengah ada 12 titik.

Banjarmasin Barat ada 17 titik, Banjarmasin Utara ada 131 titik, Banjarmasin Timur ada 18 titik, dan Banjarmasin Selatan ada 21 titik.

“Macam-macam. Ada yang rumah, bangunan ruko, dan sebagainya,” ujarnya. “Secara persuasif sudah kami sosialisasikan. Yang sudah terdata ini juga kami berikan surat informasi segera mengurus perizinannya,” tekannya.

“Jadi, kami berharap dan mengimbau agar pemilik rumah atau bangunan bisa lebih peduli lagi terhadap propertinya,” tuntasnya.(war/az/dye)

 
 
Editor : izak-Indra Zakaria