Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Keluarga Menanti Kejelasan Hasil Penyelidikan, “Harapannya Kasus Berta Mirni Jaya Terbuka Seterang-terangnya"

Eko Pralistio • Sabtu, 20 April 2024 - 15:48 WIB

LILIN HARAPAN: Keluarga dan simpatisan mendiang Berta Mirni Jaya melangsungkan doa di pelataran Kimia Farma, Jalan P Hidayatullah, Kamis (18/4) malam.
LILIN HARAPAN: Keluarga dan simpatisan mendiang Berta Mirni Jaya melangsungkan doa di pelataran Kimia Farma, Jalan P Hidayatullah, Kamis (18/4) malam.
 

 

 

Cahaya lilin diiringi doa tercipta di pelataran Apotik Kimia Farma, Jalan P Hidayatullah, Kelurahan Pelabuhan, Kecamatan Samarinda Kota, Kamis (28/4) malam. Tempat Berta Mirni Jaya ditemukan.

 

DUA bulan sudah perempuan berdarah Toraja itu mangkat. Hingga kini, keluarga mendiang Berta masih merasakan kejanggalan. Aksi damai 1.000 lilin dilaksanakan, sebagai bentuk keluarga dan Ikatan Toraja Samarinda (Ikat) menunggu kejelasan hasil penyelidikan polisi. Tak hanya lilin, pemuda lainnya berdiri sejajar memegang spanduk, tertulis Hasil Otopsi Mati Lemas?. "Aksi itu sebagai doa kami. Seperti lilin yang kami nyalakan, harapannya kasus bisa terbuka seterang-terangnya, dan kalau bisa secepatnya karena sudah terlalu lama menunggu," ucap keluarga Berta, Alfrida (30).

 

Perjalanan kasus itu sebelumnya sudah dibahas di rapat dengar pendapat (RDP) di Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kaltim pada 28 Maret lalu. Kepolisian mengatakan, akan menggelar kasus tersebut. "Tapi faktanya sampai saat ini belum ada sama sekali," sambungnya.

Selain itu, kata dia, hasil autopsi yang dikemukakan kepolisian awalnya menegaskan, kematian Berta disebabkan lemas. "Tapi setelah kami audiensi, kapolres mengatakan bahwa nanti dikonfirmasi ulang hasil autopsinya, itu yang menjadi tanda tanya ke kami, ada apa dengan hasil autopsi. Apakah memang ada yang salah," ujarnya.

Kejanggalan lain dari hasil autopsi adalah durasi waktu kematian Berta. Jasad perempuan itu ditemukan di gudang apotek Kimia Farma setelah 18 hari menghilang. Keluarga memperkirakan kematian Berta sekitar 4–5 hari. "Di belakang itu dia ngapain saja, dan kalau memang tidak terkunci, harusnya bisa keluar," timpal Alfirda. "Karena, dokter RSUJD sudah menyatakan bahwa kaka kami (Berta) sudah pulih dan dia dalam kondisi baik. Jadi, kalau dia disebut kambuh atau sedang sakit seperti yang diinformasikan itu kami rasa tidak benar," tuturnya.

 

Sementara itu, aktivitas Apotek Kimia Farma berjalan normal, beberapa pengunjung lalu lalang. Saat RDP, kepolisian menyatakan Kimia Farma tidak ada kaitannya dengan kematian Berta. "Sejak setelah RDP kemarin sudah ada penjelasan Pak Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli, Kimia Farma sudah tidak ada kaitannya atas meninggalnya almarhumah," tegasnya.

 

Bahkan, seluruh bukti dan hal-hal yang diminta kepolisian sudah diserahkan. Namun, tempat jasad Berta di gudang belakang masih ditutup. "Karena belum ada informasi kasus itu selesai, jadi kami juga menghormati untuk TKP kami tutup, namun untuk operasional kami sudah buka," tegasnya.

 

          Terpisah, Ary Fadli yang ditemui di Polresta Samarinda kemarin menjelaskan, pihaknya bakal melakukan gelar perkara di Polda Kaltim. “Dalam waktu dekat, ya pekan ini lah. Gelar itu untuk mendengarkan dan memaparkan hasil penyelidikan yang dilakukan penyidik. Nanti peserta gelar juga diminta memberi masukan, termasuk saksi ahli, menentukan apakah ada unsur pidana,” sebutnya.

          Perwira berpangkat melati tiga tersebut menjelaskan, nantinya disampaikan juga hasil autopsi yang sudah dilakukan saat gelar perkara. “Penyelidikan tetap on the track sesuai kaidah. Berdasarkan hasil dokter forensik itu mati lemas,” kuncinya. (dra2/k8)

 

EKO PRALISTIO

pralistioeko@gmail.com

Editor : Indra Zakaria