Masyarakat kebanyakan nelayan dan mencari nafkah dari memancing, menebar pukat dan keramba. Bahkan para pembudidaya ikan dan aquarium memanfaatkan air sungai Batang Suhaid.
"Batang Suhaid ini adalah sumber kehidupan kami, termasuk untuk konsumsi, mencuci dan memasak," tuturnya. Ia juga mengatakan bahwa dirinya sudah menyurati pihak Polda Kalbar, terkait dengan menjamurnya alat pertambangan tersebut. Pasalnya dikhawatirkan aktifitas PETI akan merusak sumber kehidupan masyarakat yang bergantung pada sungai Batang Suhaid.
Sementara Kapolres Kapuas Hulu AKBP Hendrawan menyampaikan bahwa beberapa hari yang lalu pihaknya sudah melakukan penertiban PETI di Suhaid dan tidak ada kegiatan beroperasi namun alat-alat pertambangan tersebut masih ada.
"Hari ini Kapolsek dan Reskrim saya perintahkan untuk cek TKP, " pungkasnya. (fik)