Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pembunuhan di Balikpapan Timur, Dimarahi dan Diusir, Pelaku Emosi dan 5 Kali Tikam Korban

Indra Zakaria • Kamis, 27 Februari 2025 - 18:24 WIB
REKA ULANG: Pada adegan ke-19, korban IS mendapat tikaman pertama dari pelaku BS. ( MOESO/BALPOS)
REKA ULANG: Pada adegan ke-19, korban IS mendapat tikaman pertama dari pelaku BS. ( MOESO/BALPOS)

 

Polresta Balikpapan menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap IS dengan pelaku berinisial BSR, Selasa (25/2). Kasus pembunuhan ini terjadi pada 11 Januari 2025 lalu di Kecamatan Balikpapan Timur. Namun, untuk menjaga keamanan dan kelancaran, proses rekonstruksi tidak dilakukan di tempat kejadian perkara (TKP), melainkan di ruang Reskrim Polresta Balikpapan.

“Kita menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan dengan pelaku BSR, pembunuhannya sendiri terjadi pada 11 Januari 2025 lalu,” ujar Wakasat Reskrim Polresta Balikpapan, AKP Robert Devis SH, yang memimpin jalannya rekonstruksi.

Ada sebanyak 35 adegan yang dipraktikkan oleh tersangka dan para saksi yang hadir. Mulai dari korban yang persiapkan diri dengan membawa senjata tajam jenis badik dari rumah untuk menagih ongkos pekerjaan bangunan yang sudah selesai kepada mandor. Namun ketika sampai di tempat tujuan, tersangka BSR tidak menemukan mandor. Dia pun pergi ke lain tempat. Sesampainya di sebuah perumahan yang terletak di Balikpapan Timur, tersangka mempertanyakan kunci rumah yang ada di perumahan tersebut, dan di situlah tersangka bertemu dengan korban IS. Korban mengusir tersangka karena membuat keributan.

“Korban dan tersangka tidak saling kenal sebelumnya,” jelas Robert. Setelah diusir oleh korban, tersangka pergi ke kantor pemasaran perumahan tersebut. Kemudian kembali menanyakan siapa yang membawa kunci rumah yang dia maksud kepada pegawai perumahan yang ada di sana. Tak lama kemudian korban mampir ke kantor pemasaran, dan kembali bertemu dengan tersangka. Di sanalah tersangka menghujamkan badiknya ke tubuh korban.

“Korban ditikam di depan kantor perumahan. Motifnya murni karena dimarahi korban, tersangka merasa marah dan menganiaya korban hingga meninggal dunia” tambah Robert.

Rekonstruksi sendiri berlangsung dengan memperagakan sebanyak 36 adegan. Untuk adegan pembunuhan terjadi pada adegan ke-19, dan korban sendiri tewas dengan sebanyak 7 luka tusukan, namun tersangka mengaku hanya 5 kali melakukan penikaman dengan membabi-buta.

“Kalau pengakuan tersangka itu 5 kali menikam, tapi dari hasil autopsi itu ada 7 kali. 3 di bagian dada kiri, 4 bagian perut,” tutupnya. (moe/cal)

 

 

Editor : Indra Zakaria