PROKAL.CO, TENGGARONG – Taman Pujasera, area terbuka yang dikhususkan untuk kuliner siap menjadi pusat keramaian baru Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Taman yang telah dibangun sejak tahun 2024 dan terletak di jantung Kota Raja, kawasan Tuah Himba ini telah dipastikan dikelola oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Mandiri (DiskopUKM). Dan ditargetkan beroperasi bulan April nanti, ditandai dengan soft opening.
Kepastian beroperasinya Taman Pujasera ini dikonfirmasi oleh Kabid Pengembangan UMKM DiskopUKM Kutai Kartanegara, Fathul Alamin. Ia menyebut, proses penyerahan aset telah dilakukan bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar. Dan saat ini, DiskopUKM Kukar tengah fokus merampungkan tahapan administrasi dan surat-menyurat.
“Secara simultan, kami dari Dinas Koperasi dan UKM sudah mulai menjalankan tahapan persiapan menuju pembukaan,” ungkap Fathul, Rabu (4/2/2026).
Jelang soft opening, Fathul menyebut DiskopUKM Kukar juga fokus menyiapkan tenaga kebersihan dan tenaga keamanan di kawasan tersebut. Setelah itu, barulah masuk ke tahapan pengisian tenant UMKM. Pengisian tenant sendiri saat ini belum dilakukan pendataan, namun Fathul pastikan pendaftaran akan dibuka untuk umum.
“Siapa pun pelaku UMKM boleh mendaftar, kemudian akan dilakukan seleksi dan kurasi produk sesuai dengan skema yang ditetapkan,” tutur Fathul.
Selain pelaku UMKM, nantinya Taman Pujasera juga akan diisi oleh pedagang kuliner di Pasar Seni Tenggarong. Yang rencananya akan dilakukan revitalisasi, guna menunjang kehadiran Ruang Terbuka Hijau (RTH) sekitar Taman Titik Nol dan Taman Musik Tenggarong.
“Khusus pedagang pasar seni yang nanti akan dipindahkan ke situ,” tutupnya.
Apabila telah diresmikan, kehadiran Taman Pujasera akan menambah daftar RTH yang ada di Kota Raja dan Kawasan Tuah Himba. Tak hanya menjadi ruang publik baru bagi masyarakat, Taman Pujasera juga diharapkan memicu tumbuhnya pusat keramaian, menggerakkan roda ekonomi pelaku UMKM, serta menghidupkan kembali kawasan pusat kota sebagai ruang interaksi, rekreasi, dan aktivitas ekonomi warga Tenggarong. (moe)
Editor : Indra Zakaria