Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Diserbu Pengunjung Saat Libur Lebaran 2026, Museum Mulawarman Jadi Magnet Edukasi Sejarah di Tenggarong

Elmo Satria Nugraha • Selasa, 24 Maret 2026 - 01:49 WIB

Museum Mulawarman Tenggarong saat hari pertama cuti bersama lebaran 2026 (Elmo/Prokal.co)
Museum Mulawarman Tenggarong saat hari pertama cuti bersama lebaran 2026 (Elmo/Prokal.co)

PROKAL.CO, TENGGARONG – Riuh langkah pengunjung memenuhi setiap sudut Museum Mulawarman, Senin (23/3/2026). Di hari pertama cuti bersama Idulfitri 1447 Hijriah, museum yang terletak di Jalan Diponegoro, Kelurahan Panji itu dipadati warga dari berbagai daerah yang ingin mengisi libur Lebaran dengan wisata sejarah.

Tak hanya halaman, ruang-ruang pamer hingga lorong museum tampak ramai. Pengunjung datang berkelompok, mulai dari keluarga hingga rombongan kecil, menelusuri jejak panjang sejarah Kalimantan Timur yang berakar dari Tenggarong—wilayah yang dikenal sebagai lokasi kerajaan tertua di Indonesia.

Pengelola Museum Mulawarman, Asran, menyebut lonjakan kunjungan terjadi signifikan dibanding hari biasa. Ia mengungkapkan, tren peningkatan sudah terlihat sejak hari kedua Lebaran.

“Alhamdulillah, selama libur Idulfitri ini jumlah pengunjung meningkat jauh dibanding hari biasa. Puncaknya mulai terlihat sejak hari kedua, dan sampai hari ini masih cukup tinggi,” ujarnya.

Menurutnya, pada hari normal jumlah pengunjung berkisar 100 hingga 150 orang per hari. Namun saat libur Lebaran, angka tersebut melonjak hingga sekitar 500 orang per hari.

“Kalau hari biasa mungkin 100 sampai 150 orang. Saat Lebaran ini bisa mencapai 500 orang per hari. Bahkan pada puncaknya diperkirakan bisa mendekati seribuan pengunjung,” jelasnya.

Menariknya, pengunjung tidak hanya berasal dari wilayah Kutai Kartanegara atau Kalimantan Timur, tetapi juga dari luar pulau, bahkan mancanegara.

“Dari luar Kalimantan cukup banyak, dan ada juga satu dua pengunjung dari luar negeri,” tambahnya.

Tingginya minat masyarakat ini menunjukkan meningkatnya kesadaran untuk mengenal sejarah daerah, khususnya peradaban Kerajaan Kutai yang menjadi bagian penting identitas Kalimantan Timur.

Salah satu pengunjung, Edi, datang bersama keluarganya dari Balikpapan. Ia sengaja mengajak cucu-cucunya berkunjung untuk mengenalkan sejarah daerah sejak dini.

“Saya memang khusus ke sini, ingin memperkenalkan kepada cucu-cucu bahwa kita di Kalimantan Timur juga punya sejarah kerajaan yang harus diketahui,” katanya.

Edi mengaku bukan kali pertama mengunjungi Museum Mulawarman. Namun, kunjungan kali ini terasa berbeda karena ia membawa generasi penerus untuk belajar langsung dari peninggalan sejarah.

“Dulu saya pernah ke sini, mungkin sekitar lima tahun lalu. Sekarang saya datang lagi karena sudah punya cucu, jadi saya ajak mereka supaya tahu sejarah kita,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kondisi museum yang dinilai terawat dengan baik, sehingga nyaman dikunjungi sebagai sarana edukasi keluarga.

“Menurut saya tempatnya bagus, bersih, dan terawat. Ini penting supaya anak-anak kita tidak lupa sejarah dan tetap menghormati para pendahulu,” ucapnya.

Lonjakan kunjungan ini sekaligus menegaskan peran Museum Mulawarman sebagai destinasi edukasi unggulan di Tenggarong, terutama dalam momentum libur panjang seperti Idulfitri. (moe)

Editor : Indra Zakaria