BELUM BERUNTUNG : Sukariadi yang tampil di nomor F3J belum mampu mengatasi kontingen Jatim dan
MIMIKA-Cabang olahraga aeromodelling gagal mempersembahkan medali bagi Kaltim. Pada final nomor F3J yang berlangsung di lapangan SP 5, Mimika, Kamis (7/10), Kaltim harus puas finis di urutan kelima.
Emas pada nomor ini jatuh ke tangan tuan rumah, Papua. Sementara perak dan perunggu jadi milik Jawa Timur dan DKI Jakarta.
Pelatih Aeromodelling Kaltim Agus Supriyadi mengaku sedikit kecewa dengan hasil yang diraih. Sebab, dia dan atlet cukup yakin, minimal bisa menggondol minimal perunggu.
"Secara kasat mata memang kami sempat yakin bisa masuk zona medali. Sayang, setelah ke luar nilai dari juri kami hanya masuk lima besar," ungkap Agus.
Namun demikian, Agus tetap mengapresiasi perjuangan atlet. Mengingat, secara alat, Kaltim memang berada di bawah kontingen lain.
"Dengan alat seadanya, kami masih bisa melaju sejauh ini tentu ini jadi kebanggaan. Itulah pertandingan," kata dia.
Gagal di nomor F3J, , Agus menyebut bakal memaksimalkan empat nomor pertandingan lainnya.
Hingga Kamis (7/10) kemarin, Jawa Timur masih memimpin daftar perolehan medali di cabor aeromodelling dengan dua emas, dua perak dan satu perunggu.
Tuan rumah Papua menyusul di posisi kedua dengan koleksi dua emas, satu perak dan satu perunggu. Jawa Barat menguntit di peringkat tiga dengan satu emas, satu perak dan satu perunggu.
Pada PON kali ini kontingen Jatim dan Papua disebut Agus jadi lawan paling berat lantaran memiliki alat yang lebih terkini. "Mereka ini yang jadi kekuatan utama, sebab selain atlet, di aeromodelling kecanggilan alat jadi salah faktor utama," kata dia.
Menurunkan tiga atlet, Kaltim bakal ambil bagian pada 12 mata tanding. Agus menyebut, dua emas jadi target paling realistis selama pelaksanaan PON Papua. (hul)
Editor : Wawan-Wawan Lastiawan