PROKAL.CO- Kreator konten kuliner ekstrem yang dikenal dengan aksi masak besarnya, Bobon Santoso, mengejutkan publik dengan pengumuman rencana pensiun dari dunia YouTube tahun ini. Melalui unggahan di Instagram pribadinya pada Kamis (5/2), Bobon menyatakan niatnya untuk melepas kanal YouTube miliknya yang kini telah menyentuh angka hampir 18 juta pelanggan.
Tidak main-main, Bobon mematok harga sebesar Rp20 miliar bagi siapa saja yang berminat mengambil alih kanal tersebut. "Tahun ini gue memutuskan untuk pensiun di platform YouTube. Akun hampir 18 juta pelanggan mau gue jual Rp20 miliar. Semoga laku segera ya," tulis Bobon dalam unggahannya. Ia juga menambahkan akan mempertimbangkan langkah selanjutnya apabila aset digital tersebut tidak kunjung terjual dalam waktu dekat.
Kabar ini sontak memicu perdebatan hangat di kalangan netizen, terutama di platform X (Twitter). Banyak pihak yang mempertanyakan nilai ekonomis dan efektivitas membeli akun yang sudah memiliki nama besar namun sangat melekat pada sosok personal branding tertentu. Pengamat media sosial menilai bahwa angka Rp20 miliar bisa dianggap masuk akal hanya jika Bobon tetap terikat kontrak untuk mengisi konten di bawah pemilik baru. Namun, jika kesepakatan tersebut bersifat jual-putus, pembeli diprediksi akan kesulitan karena nama kanal tersebut sudah identik dengan identitas Bobon Santoso.
Beberapa pendapat di media sosial menyarankan bahwa dengan modal sebesar Rp20 miliar, seorang investor sebenarnya bisa membangun kanal YouTube dari nol dengan konsep dan target audiens yang lebih segar. Membeli akun besar yang sudah memiliki karakter kuat berisiko pada penurunan interaksi atau engagement jika terjadi perubahan konsep secara drastis setelah pergantian kepemilikan.
Pengalaman para praktisi digital juga menunjukkan bahwa membangun audiens secara organik dan mandiri jauh lebih efektif dibandingkan membeli akun jadi. Penggunaan iklan berbayar dianggap lebih efisien untuk mempercepat jangkauan tanpa harus kehilangan jati diri atau karakteristik akun. Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi mengenai pihak-pihak yang tertarik meminang kanal YouTube salah satu kreator terbesar di Indonesia tersebut.(*)
Editor : Indra Zakaria