SAMARINDA – Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia melalui Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian (BPSDMP) Kominfo Banjarmasin menggelar Pengenalan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) bagi disabilitas bertempat di Queen Marry Hotel Aston Samarinda, Senin (13/2).
Sama seperti masyarakat pada umumnya, kaum disabilitas juga sudah selayaknya diberi pendampingan agar dapat terampil dalam mengakses berbagai media digital.
Kepala Dinas Kominfo Kaltim, M. Faisal, S.Sos, M.Si membuka sekaligus memberikan pemahaman bagi puluhan disabilitas untuk bermedia digital dengan judul TIK di era globalisasi.
“Kalau sudah cakap menggunakan media sosial, hati-hati bermedia sosial karena ada penipuan. Keamanan digital penting terlebih soal data pribadi dan perangkat kita,” tegas Faisal.
Perkembangan media digital terus terjadi seiring dengan kemajuan teknologi. Hal itu pun menjadi sebuah angin segar, karena pada realitanya kehadiran media digital memang telah banyak membawa dampak positif pada berbagai aspek kehidupan.
Keuntungan dari adanya media digital pun tak hanya dirasakan oleh anak muda saja. Melainkan juga oleh anak kecil hingga orang tua. Hal yang masih sering terlupakan saat ini adalah mengenai akses media digital bagi kaum disabilitas. Nilai-nilai keadilan yang tercantum dalam sila kelima Pancasila sudah cukup menjadi dasar yang jelas.
“Empat kerangka literasi digital cakap bermedia, aman bermedia digital, etis bermedia digital, budaya bermedia digital,” beber Mantan Kabag Humas Pemkot Kota Samarinda.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2021, akses digital bagi kaum disabilitas masih sangat rendah, yaitu hanya sembilan persen dari total keseluruhan penyandang disabilitas di Indonesia. Adapun jumlah penyandang disabilitas pada tahun 2020 berdasarkan data BPS adalah sebanyak 22,5 juta orang.
BPSDMP Kominfo Banjarmasin melalui Bian Dina Meidiani selaku Analis Penjamin Mutu juga PIC Pengenalan TIK Disabilitas mengungkapkan, target tahun ini 100 orang, dengan sudah dilakukan di Banjarbaru sebanyak 50 peserta dan di Samarinda 50 peserta.
“Ini karena dilakukan capaian kompetensi pre dan post test, dari hasil post test mengalami peningkatan kemampuan pemahaman para peserta, kami mengharapkan para peserta di Samarinda juga seperti itu,” harapnya.
Tampak hadir pada kegiatan ini Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kaltim dan tim BPSDMP Kominfo Banjarmasin. (tp/pt/diskominfo/adv/arp)
Editor : uki-Berau Post